DPRD Belitung Optimistis Green Card UNESCO Kembali Diraih

  • 03 Agt 2026 16:13 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung – Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani, optimistis status Green Card UNESCO Global Geopark (UGG) dapat kembali diraih Belitung.

Optimisme tersebut disampaikan saat menyambut kedatangan dua evaluator UGG, Han Jinfang dan Kana Furusawa, di Rumah Adat Belitong, Tanjungpandan, Senin, 3 Agustus 2026.

Kedatangan tim evaluator UNESCO Global Geopark menjadi tahapan penting dalam proses revalidasi status Geopark Belitung. Selama berada di Belitung, tim evaluator akan melihat langsung berbagai tindak lanjut atas rekomendasi dan temuan pada evaluasi sebelumnya.

Vina mengatakan, DPRD Belitung memberikan dukungan penuh terhadap proses evaluasi tersebut karena keberhasilan mempertahankan status UGG memiliki peran penting bagi masa depan pariwisata daerah.

"Kami tentu sangat optimistis. Tadi saya juga sempat bertemu langsung dengan tim asesor, yakni Mrs. Kana dan Mrs. Han. Kepada mereka saya sampaikan bahwa proses penilaian ini sangat penting bagi masa depan Belitung," kata Vina.

Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Belitung bersama seluruh pihak sedang berupaya membangun kembali sektor pariwisata. Status UNESCO Global Geopark dinilai menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat daya tarik wisata serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Vina menjelaskan, dalam pertemuan dengan tim evaluator, pihaknya juga menyampaikan berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan sebagai tindak lanjut dari rekomendasi UNESCO sebelumnya.

Salah satu dukungan yang diberikan DPRD yakni melalui penyusunan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Batu Satam. Regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan geologi Belitung yang menjadi salah satu unsur penting dalam penilaian geopark.

"Dari sisi DPRD, kami juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya mengembalikan status Green Card, salah satunya dengan menyiapkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Batu Satam," ujarnya.

Ia menyebutkan, rancangan perda tersebut telah melalui pembahasan lebih dari satu tahun dan ditargetkan segera disahkan. Kehadiran regulasi itu diharapkan menjadi bukti komitmen Pemerintah Daerah dan DPRD dalam menjaga warisan geologi sekaligus memenuhi rekomendasi UNESCO.

"Kami berharap regulasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen daerah dalam mendukung kembalinya status Green Card UNESCO Global Geopark Belitung," ucapnya.

Upaya DPRD Belitung dalam mendorong perlindungan Batu Satam juga mendapat dukungan dari masyarakat. Warga Tanjungpandan, Yuranda, menilai langkah tersebut penting dilakukan karena Batu Satam merupakan salah satu warisan geologi yang menjadi bagian dari identitas UNESCO Global Geopark Belitung.

Menurut Yuranda, perlindungan terhadap Batu Satam perlu diperkuat agar keberadaan batu khas Belitung tersebut tetap terjaga dan dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata daerah.

"Menurut saya langkah DPRD ini sangat baik, karena Batu Satam merupakan bagian dari UGG Belitung. Dengan adanya aturan perlindungan, tentu keberadaan Batu Satam bisa lebih terjaga dan menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat maupun wisatawan," kata Yuranda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....