Kasus Anemia Ibu Hamil di Beltim Meningkat

  • 30 Jul 2026 21:39 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Kasus anemia pada ibu hamil di Kabupaten Belitung Timur meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi ancaman serius terhadap Angka Kematian Ibu (AKI) dan masalah gizi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Dianita Fitirani menjelaskan, pilar utama dalam Gerakan Ibu Hamil Sehat adalah mendorong kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Ibu hamil diwajibkan mengonsumsi 180 tablet tambah darah selama masa kehamilan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

"Belitung Timur masih menghadapi persoalan angka kematian ibu bersalin dan masalah gizi. Kasus anemia pada ibu hamil bahkan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu," ujar Dianita, Kamis, 30 Juli 2026.

Selain pemenuhan gizi, ibu hamil juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin. Sesuai standar pelayanan kesehatan, setiap ibu hamil harus menjalani sedikitnya delapan kali pemeriksaan selama masa kehamilan, termasuk pemeriksaan oleh dokter serta pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk memantau kondisi ibu dan janin.

"Kalau ditemukan risiko kehamilan, maka dapat segera ditangani atau dirujuk ke rumah sakit. Dengan begitu kondisi ibu dan janin bisa terus dipantau sehingga komplikasi dapat dicegah sedini mungkin," ujarnya.

Ia juga mengingatkan ibu hamil untuk menghindari paparan asap rokok, rutin mengikuti kelas ibu hamil, serta menerapkan pola hidup sehat. Dalam kelas tersebut, tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, hingga perawatan bayi setelah lahir.

Salah satu Ibu Hamil dari Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung, Rina Rahmawati (23), menyampaikan dirinya telah menyelesaikan seluruh sesi Kelas Ibu Hamil dengan baik. Menurut Rina, kegiatan ini sangat positif karena memberikan pengetahuan baru dan mempermudah persiapan persalinan kelak.

“Aktivitasnya sangat bagus untuk membantu ibu hamil agar persalinannya lancar, sekaligus membantu kami dalam merawat janin,” ungkap Rina.

Wanita yang sedang menjalani kehamilan pertamanya ini mengaku mendapat banyak kemudahan untuk bergabung. Rina sangat rajin mengikuti setiap sesi dan menilai kehadiran pendamping juga tidak kalah penting dalam kegiatan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....