Transformasi menuju IKM Perlu Pendampingan hingga Akses Pasar
- 27 Jul 2026 22:14 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju Industri Kecil Menengah (IKM) tidak cukup hanya dengan mendorong pelaku usaha melengkapi legalitas.
Dibutuhkan pendampingan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar agar pelaku usaha benar-benar mampu naik kelas.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Interaktif UMKM Bicara yang disiarkan langsung RRI Pro 1 Sungailiat, Senin 27 Juli 2026. menghadirkan Kepala Bidang Perindustrian Dinakerperindag Kabupaten Bangka, Dedek Noviana, dan Penyuluh Perindag Ahli Muda, Ria Kurniawati.
Kepala Bidang Perindustrian
Dinakerperindag Kabupaten Bangka, Dedek Noviana, mengatakan transformasi menuju IKM harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, penerapan standar mutu, hingga penguatan manajemen usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, pemerintah daerah terus memberikan pembinaan melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi legalitas, pengembangan kemasan, serta membuka peluang promosi bagi produk-produk lokal agar memiliki daya saing yang lebih baik.
Sementara itu, Penyuluh Perindag Ahli Muda, Ria Kurniawati, menjelaskan pelaku usaha juga perlu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran dan pengembangan jaringan usaha. Selain meningkatkan penjualan, digitalisasi dinilai mampu memperluas jangkauan pasar tanpa harus membuka toko fisik di berbagai daerah.
Dalam sesi dialog, Jeje seorang pendengar yang mengaku sebagai pelaku IKM menyampaikan bahwa usahanya telah berjalan hampir lima tahun, namun omzet belum mengalami peningkatan yang berarti.
Ia mempertanyakan bagaimana strategi agar produk lokal mampu bersaing dengan produk pabrikan yang memiliki harga lebih murah, serta berharap pendampingan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga membantu membuka akses pasar.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan bahwa keberhasilan transformasi menuju IKM membutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat. Pelaku usaha juga didorong untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk, serta aktif mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan pemerintah.
Melalui dialog tersebut, RRI Sungailiat berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kabupaten Bangka yang termotivasi untuk meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu berkembang menjadi Industri Kecil Menengah yang tangguh, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....