Harga Komoditi di Pasar Kite Sungailiat Naik 2,60 Persen pada Pekan Ketiga Juli 2026

  • 22 Jul 2026 12:47 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Harga rata-rata 44 item dari 16 komoditi pangan di Pasar Kite Kelurahan Sungailiat mengalami kenaikan sebesar 2,60 persen pada Minggu ketiga Juli 2026.

Angka ini lebih rendah dibanding pekan sebelumnya yang naik 4,60 persen.

Demikian disampaikan dalam Laporan Hasil Monitoring Harga Barang Kebutuhan Pokok Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Selasa, 20 Juli 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto, mengatakan kenaikan tertinggi terjadi pada komoditi sayur-sayuran dan bumbu.

Untuk sayur, kenaikan terjadi pada ketimun 34,88 persen, kacang panjang 27,27 persen, sawi green 12 persen, cabai kecil luar 10,53 persen, dan cabai hijau kecil 10,34 persen.

Sementara untuk bumbu, kunyit naik 12,50 persen, diikuti jahe 2,74 persen, laos 2,44 persen, dan serai 1,49 persen.

Harga daging ayam juga naik 4,40 persen. Sedangkan ikan segar yang naik antara lain ikan hapau 8,77 persen, ikan tongkol 8,70 persen, ikan ciu mata besar 8 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditi mengalami penurunan harga atau deflasi. Bawang merah turun 11,11 persen, jagung muda 7,41 persen, bombay 4,79 persen, kangkung 1,45 persen, cabai besar 1,36 persen, dan wortel 0,90 persen.

Laporan tersebut juga menyebutkan pasokan beras dari distributor lancar dan stok dinyatakan aman. "Secara umum, harga di Pasar Kite masih relatif stabil," kata Ismir.

Sementara itu, pantauan RRI di beberapa pasar tradisional lainnya juga menunjukkan adanya kenaikan harga sejak awal pekan Juli, seperti harga ikan di Pasar Higienis Sungailiat.

Harga ikan tenggiri mencapai Rp120.000,00 per kilogram. Ikan ketambak dan ikan jebung dijual dengan harga sekitar Rp50.000,00 per kilogram.

Menurut pedagang ikan, Afong, harga ikan yang relatif tinggi dipengaruhi oleh hasil tangkapan nelayan yang belum stabil akibat kondisi cuaca dan gelombang laut. "Faktor tersebut berdampak pada jumlah pasokan ikan yang masuk ke pasar," kata Afong pada reporter RRI Agus Ratna Sari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....