DPRD Belitung Panggil Pertamina Cari Solusi Kelangkaan BBM

  • 21 Jul 2026 21:13 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - DPRD Kabupaten Belitung memanggil pihak PT Pertamina Patra Niaga wilayah Belitung bersama sejumlah pengusaha SPBU se-Kabupaten Belitung, Selasa 22 Juli 2026.

Pertemuan tersebut digelar untuk membahas persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani mengatakan, rapat tersebut menjadi langkah untuk mencari solusi atas kendala distribusi BBM yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Suasana di ruang rapat DPRD Kabupaten Belitung. (Foto: Arif/RRI)

Menurutnya, kelangkaan BBM terjadi akibat keterlambatan pembongkaran pasokan yang dipengaruhi faktor cuaca. Selain itu, peningkatan konsumsi Pertalite akibat peralihan pengguna Pertamax turut menyebabkan stok di sejumlah SPBU mengalami kekosongan.

"Kami meminta Pertamina memastikan pasokan BBM di seluruh SPBU tercukupi, karena kondisi ini sudah mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah," kata Vina, usai memimpin rapat.

Ia menjelaskan, antrean panjang di sejumlah SPBU juga dipicu oleh panic buying masyarakat setelah sempat terjadi kekosongan stok. Kondisi tersebut berdampak terhadap berbagai sektor, mulai dari aktivitas pedagang, pengemudi ojek hingga usaha rental kendaraan.

Dalam rapat itu, DPRD Belitung juga meminta Pertamina mengaktifkan kembali Pertashop sebagai langkah jangka pendek untuk membantu distribusi BBM dan mengurangi antrean di SPBU. Selain itu, aparat penegak hukum diminta melakukan pengawasan agar penyaluran BBM tetap berjalan kondusif.

Untuk jangka panjang, DPRD menilai persoalan kelangkaan BBM perlu diselesaikan melalui pembenahan infrastruktur. Salah satunya dengan merelokasi depot atau terminal penimbunan BBM Pertamina yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Ketua DPRD Belitung saat pimpin rapat. (Foto : Arif/RRI)

Vina menyebut, depot tersebut dibangun sejak tahun 1960 dengan kapasitas penyimpanan yang hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 4,5 hari. Sementara proses pengiriman dan pembongkaran membutuhkan waktu beberapa hari, sehingga ketika terjadi gangguan cuaca, risiko kekosongan stok sulit dihindari.

"Karena itu, kami DPRD merekomendasikan Pertamina melakukan perhitungan kebutuhan BBM Belitung untuk jangka panjang, termasuk menyiapkan fasilitas baru yang mampu menyesuaikan peningkatan jumlah kendaraan dan kebutuhan masyarakat," ungkap Vina.

Terpisah, Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq memastikan kondisi stok BBM di Belitung saat ini dalam keadaan aman.

"Stok Pertalite, Pertamax, Biosolar dan Dexlite saat ini aman. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan," ujar Rafli.

Ia menjelaskan, kapal pengangkut Pertamax dan Pertalite telah bersandar di Pelabuhan Tanjungpandan. Sementara pasokan Pertalite dan Biosolar berikutnya dijadwalkan tiba dalam waktu dekat untuk menjaga ketersediaan BBM di Belitung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....