KM Sewindu Gagal Bersandar, Kansar Pangkalpinang Evakuasi 253 Penumpang

  • 14 Jul 2026 00:20 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang mengevakuasi 253 Penumpang KM Sewindu yang mengalami trouble di Alur Pelayaran Pangkalbalam, pada Senin 13 Juli 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan isiden tersebut bermula saat KM Sewindu yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, tidak bisa melintas di alur pelayaran di sekitar Toren Gosong.

"Dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam pada Senin sore. Namun, alur pelayaran di sekitar Toren Gosong dilaporkan tidak bisa dilalui. Hal ini disebabkan oleh Kapal Alken Pesat yang mengalami kandas di jalur tersebut setelah dihantam cuaca buruk," ujarnya dalam rilis tertulis.

Akibat terblokirnya alur pelayaran, KM Sewindu tidak dapat merapat ke dermaga. Menyadari persediaan logistik makanan di atas kapal telah habis, Nakhoda KM Sewindu, Fajrul A, memutuskan untuk meminta bantuan evakuasi penumpang ke darat. Laporan tersebut diterima oleh Kansar Pangkalpinang pada pukul 12.11 WIB.

Mikel mengimbau kepada seluruh pelaku pelayaran dan masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem di perairan Bangka Belitung.

"Mengingat cuaca yang saat ini sering kali tidak bersahabat, seluruh nakhoda dan operator pelayaran untuk selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca sebelum memutuskan untuk berlayar. Pastikan juga ketersediaan logistik darurat dan kelengkapan alat keselamatan di atas kapal selalu dalam kondisi siap pakai," katanya.

Sementara itu, Satpolair Polresta Pangkalpinang juga mengimbau para nelayan di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Bangka Belitung.

Kasat Polair Polresta Pangkalpinang, AKP Irwan, mengatakan keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

“Cuaca saat ini cukup ekstrem dengan potensi angin kencang dan gelombang tinggi. Kami mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati, memastikan kapal dalam kondisi layak, serta menyiapkan dan menggunakan alat keselamatan seperti pelampung," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....