BMKG : Kemarau Panjang Diprediksi Terjadi Tahun Ini
- 04 Mei 2026 13:43 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Kemarau panjang diprediksi akan melanda sebagian besar Indonesia termasuk di Bangka Belitung pada tahun ini. Informasi ini diterima Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang dari BMKG Pusat.
Terkait hal tersebut, Kepala Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang Slamet Supriyadi mengimbau kepada masyarakat, khususnya petani untuk menyesuaikan pola tanam.
Hal tersebut dikarenakan durasi kering yang lebih lama dikhawatirkan akan berdampak pada gagal panen, khususnya tanaman pangan padi jika tidak diantisipasi dengan langkah yang tepat.
“Pastinya sumber air bersih untuk kebutuhan rumah tangga juga akan berkurang, kemudian akan ada gagal panen akibat kekeringan untuk tanaman padi dan masyarakat juga menyesuaikan karena akan ada kemarau panjang sebaiknya menyesuaikan pola tanamnya,” ujar Slamet Supriyadi, Senin, 4 Mei 2026
Selain itu, kemarau panjang juga dikhawatirkan meningkatnya titik-titik panas yang berpotensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan. Peran serta dan kesadaran masyarakat juga diperlukan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat cepat menjalar di lahan kering.
Slamet Supriyadi menambahkan, BMKG mengidentifikasi adanya penguatan indeks El Nino dan anomali suhu muka laut yang menyebabkan penurunan curah hujan secara drastis.
Saat ini, Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang terus memantau intensitas El Nino yang cenderung mengarah ke lemah. Untuk itu, masyarakat juga diimbau tidak perlu khawatir terhadap potensi musim kemarau yang diprediksi akan mulai awal Juni. Namun begitu masyarakat diimbau untuk waspada dengan segala kemungkinan dampak yang terjadi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan pada semester kedua 2026 kondisi tersebut diprakirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50–80 persen.
“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering,” ujar Faisal Fathani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....