Dinkes Belitung Perbarui Data Peserta BPJS Secara Berkala

  • 13 Jul 2026 14:56 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung – Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung memastikan pemutakhiran data peserta BPJS Kesehatan terus dilakukan untuk menjaga ketepatan penerima manfaat dan penggunaan anggaran daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, dr. Ikhwan Gusnadi mengatakan, kasus peserta BPJS Kesehatan yang sudah meninggal dunia namun masih tercatat dalam kepesertaan kini hampir tidak ditemukan. Kondisi tersebut terjadi setelah pemerintah daerah rutin melakukan pendataan data bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

"Kasus seperti itu sekarang sudah sangat minim. Temuan terakhir kami sekitar tahun 2018. Setelah itu kami bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk melakukan pencocokan data setiap bulan, terutama data penduduk yang meninggal dunia," kata Ikhwan, Senin 13 Juli 2026.

Ia menjelaskan, hasil pemadanan data menjadi dasar pemerintah daerah dalam memperbarui administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Data peserta yang sudah tidak memenuhi ketentuan akan segera disesuaikan agar pembayaran iuran melalui APBD tetap tepat sasaran.

"Data itu terus kita perbarui, baik yang meninggal dunia, pindah domisili maupun perubahan status kepesertaan. Kita ingin memastikan masyarakat yang memang berhak tetap mendapatkan jaminan kesehatan," ujarnya.

Ikhwan menyebut, proses pembaruan data juga melibatkan pemerintah desa karena memiliki informasi langsung terkait kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

Selain itu, apabila terdapat pembayaran iuran yang tidak sesuai akibat perubahan data kepesertaan, pemerintah daerah akan melakukan penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku bersama BPJS Kesehatan.

"Tujuannya bukan hanya administrasi, tetapi bagaimana anggaran yang kita keluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.

Pemutakhiran data tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Belitung menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan daerah, termasuk memastikan pelayanan kesehatan tetap dapat diakses masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....