Kepala Desa Gantung Kenang Bu Muslimah sebagai Legenda Hidup Laskar Pelangi

  • 27 Jun 2026 17:10 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Meninggalnya Muslimah Hafsari atau Bu Mus, sosok guru yang menjadi inspirasi utama dalam novel dan film Laskar Pelangi, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Desa Gantung, Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur.

Kepala Desa Gantung, Arief Kusmaryadi, mengatakan Bu Muslimah merupakan salah satu tokoh pendidikan senior yang memiliki peran besar dalam merintis pendidikan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Gantung. Dedikasinya sebagai pendidik tanpa pamrih kemudian dikenal luas melalui kisah yang ditulis Andrea Hirata dalam novel Laskar Pelangi.

"Beliau adalah tokoh tenaga pengajar senior di Gantung. Sosoknya sangat dihormati masyarakat. Setelah novel Laskar Pelangi terbit, banyak orang akhirnya mengetahui perjuangan beliau di dunia pendidikan," kata Arief, Sabtu 27 Juni 2026.

Menurut Arief, Bu Muslimah tidak hanya dikenal sebagai pendidik, tetapi juga sebagai tokoh masyarakat yang sederhana dan dekat dengan warga. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Desa Gantung.

Arief menilai Bu Muslimah merupakan "legenda hidup" yang menjadi rujukan sejarah lahirnya SD Muhammadiyah Gantung. Menurutnya, sosok Bu Mus telah mengangkat nama Desa Gantung, Belitung Timur, hingga dikenal masyarakat nasional bahkan mancanegara melalui kisah Laskar Pelangi.

"Kami merasa sangat kehilangan. Beliau sangat berjasa mengangkat nama Gantung dan Belitung Timur. Ke depan kami ingin mengusulkan sebuah bentuk penghormatan yang bersifat monumental agar jasa beliau tetap dikenang oleh generasi mendatang," ujarnya.

Sementara itu, Camat Gantung Dela Wahyudi mengatakan kepergian Bu Muslimah merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi masyarakat Kecamatan Gantung, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Belitung Timur. Menurutnya, sosok Bu Mus telah menjadi simbol ketulusan seorang guru yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa.

"Bu Muslimah adalah teladan bagi para pendidik. Beliau mengajarkan bahwa mengabdi tidak selalu diukur dari fasilitas, tetapi dari ketulusan dan dedikasi. Nilai-nilai itulah yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....