BPBD Pangkalpinang Antisipasi Risiko Karhutla dan Kekeringan
- 09 Jun 2026 22:12 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pangkalpinang mengantisipasi berbagai potensi risiko musim kemarau. Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan.
Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, mengatakan terdapat dua potensi bencana yang menjadi perhatian utama pihaknya selama musim kemarau berlangsung.
"Jadi kami dari BPBD, dalam hal ini ada dua kemungkinan risiko akibat musim kemarau, yakni terkait kebakaran lahan dan kekeringan," ujar Dedy, Selasa 9 Juni 2026.
Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan, BPBD Pangkalpinang telah menyiapkan personel yang siap diterjunkan apabila terjadi kejadian di lapangan. Namun demikian, dalam penanganannya BPBD tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki.
"Untuk kebakaran lahan kami sudah mempersiapkan personel untuk mengantisipasi hal tersebut. Namun penanganannya tetap berkoordinasi dengan Damkar karena adanya keterbatasan prasarana yang kami miliki," katanya.
Selain itu, BPBD Pangkalpinang juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi guna mendukung upaya penanganan apabila terjadi bencana selama musim kemarau.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk langkah-langkah antisipasi dan penanganan jika diperlukan," ucapnya.
Sejauh ini, BPBD Kota Pangkalpinang telah menerima laporan kebakaran yang terjadi di kawasan Pantai Pasir Padi. Sementara untuk dampak kekeringan, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk dari masyarakat.
Sementara itu, Muti salah satu masyarakat berharap dengan upaya antisipasi tersebut kasus Karhutla maupun kekeringan tidak terjadi.
"Setidaknya dapat meminimalisir dampaknya. Memang untuk beberapa hari ini cuaca di Kota Pangkalpinang sangat panas," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....