Ketidakpastian Global, Kualitas SDM Kunci Kemajuan Babel

  • 03 Jun 2026 13:09 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas andalan daerah seperti sawit dan timah, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama bagi kemajuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Hal itu disampailan Anggota DPRD Babel, Elvi Diana pada acara Kuliah Umum yang diinisiasi oleh Universitas Bangka Belitung (UBB) menghadirkan pembicara Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2026, Mirza Adityaswara.

Anggota DPRD Babel, Elvi Diana, mengatakan, kuliah umum ini sengaja digelar sebelum masa liburan mahasiswa untuk memberikan insight (gambaran) nyata mengenai kondisi perekonomian saat ini, baik di tingkat dunia,

nasional, maupun lokal Babel.

Menurut Elvi, mahasiswa merupakan calon "Generasi Emas 2045" yang harus peka terhadap situasi ekonomi sekitarnya. Saat ini, gejolak ekonomi global seperti ketegangan antara Amerika Serikat dan konflik di Timur Tengah (Irak-Iran), secara tidak langsung berdampak pada perekonomian domestik Babel, khususnya pada sektor kelapa sawit, timah, dan perikanan.

"Adik-adik mahasiswa inilah yang akan merasakan dampak langsung dari kondisi keuangan orang tua mereka yang bekerja di sektor sawit atau timah yang harganya belum stabil. Lewat kuliah umum ini, mereka menjadi sadar mengapa ada gejolak keuangan, sekaligus memicu inisiasi untuk mencari solusi ke depan," ucapnya.

Menurut dia, pentingnya meningkatkan aspek kualitas manusia (human quality). Ia menekankan bahwa sekaya apa pun sumber daya alam suatu daerah, akan sia-sia jika tidak dikelola oleh SDM yang mumpuni.

"Singapura tidak punya apa-apa, Malaysia dan Vietnam terus berkembang karena mereka fokus pada human quality. Kunci utama Babel jika ingin maju adalah meng-upgrade ilmu pengetahuan (knowledge), akhlak, dan semangat dari sekitar 1,5 juta penduduknya. Punya timah kalau tidak bisa mengelola dengan baik, ya akhirnya habis tidak tersisa," katanya.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2022-2026, Mirza Adityaswara, dalam paparannya membagikan perspektif historis global tentang bagaimana sebuah negara bisa bangkit dari keterpurukan melalui kualitas manusianya.

Mirza mencontohkan Jepang dan Tiongkok (China) sebagai bukti nyata kekuatan SDM. Jepang yang hancur dibom atom pada tahun 1945 di Hiroshima dan Nagasaki, mampu bangkit menjadi negara yang sangat maju pada era 1970-1980an. Begitu pula dengan Tiongkok.

"Tahun 1970, China itu sama seperti kita, masih negara miskin dan tidak punya teknologi maju. Tapi sekarang, China menjadi negara nomor dua dengan ekonomi terbesar (PDB) di dunia. Di balik semua lompatan besar itu, kuncinya adalah kualitas sumber daya manusia," ucap Mirza.

Mirza juga mengingatkan para mahasiswa untuk terus memantau pengaruh geopolitik global yang sedang terjadi saat ini, termasuk konflik di kawasan Persia (Iran) dan keterlibatan Amerika Serikat, yang hingga kini terus memicu problem rantai pasok dan ekonomi dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....