UMKM Babel Sukses Ekspor Daun Ketapang

  • 12 Jul 2026 05:14 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil mengekspor daun Ketapang tembus pasar internasional.

Daun ketapang menjadi salah satu komoditas unggulan Bangka Belitung memiliki permintaan yang cukup tinggi di pasar luar negeri, seperti Amerika, Inggris dan Jerman.

Salah seorang pelaku UMKM, Lukman, mengatakan negara tujuan ekspor memesan daun ketapang dalam bentuk kering dengan ukuran yang disesuaikan permintaan pembeli.

"Daun ketapang kering banyak dimanfaatkan sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, khususnya bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa," kata Lukman dalam rilis yang diterima RRI, Sabtu, 11 Juli 2026.

Menurutnya, kandungan tanin pada daun ketapang berfungsi menurunkan dan menstabilkan pH air, membantu penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Lukman berharap dukungan Karantina Babel terhadap pelaku UMKM terus berlanjut sehingga semakin banyak komoditas lokal Bangka Belitung yang mampu menembus pasar ekspor.

"Sinergi bersama Karantina dalam memberikan dukungan bagi pelaku UMKM saya harap dapat terus berlanjut bahkan berkembang, sehingga mampu merambah ke komoditas lainnya di masa mendatang," ujarnya.

Untuk memenuhi persyaratan ekspor, daun ketapang kering harus bebas dari serangga hidup dan melalui proses pengeringan, baik dengan penjemuran maupun menggunakan oven.

Melalui program Go Ekspor, Karantina Babel bersama berbagai pemangku kepentingan berkomitmen mendorong hilirisasi komoditas unggulan secara terintegrasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kemudahan pemenuhan persyaratan ekspor, ketertelusuran produk, serta jaminan kesehatan komoditas agar UMKM semakin kompetitif di pasar global dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Karantina Babel, Herwintarti, mengatakan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk daerah sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

"Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), UMKM di Bangka Belitung berhasil mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang sepanjang semester I 2025," ucapnya.

Ia menjelaskan, pada semester I 2026 volume ekspor daun ketapang tercatat mencapai 646,41 kilogram atau turun sekitar 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, penurunan tersebut dinilai tidak signifikan karena permintaan pasar internasional masih terus berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....