Akses Penerbangan Internasional, BI Dorong Daya Saing Pariwisata Belitung

  • 25 Mei 2026 21:07 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Daya saing pariwisata di Belitung

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong daya saing pariwisata Belitung di tengah pembukaan penerbangan akses internasional. Salah satunya lewat festival Budaya Napak Sire Kabupaten Belitung di Tanjung Pendam.

Pembukaan festival berlangsung meriah melalui penampilan Tari Sekapur Sirih massal yang melibatkan 116 penari dari berbagai sanggar dan sekolah di Kabupaten Belitung. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan Nyire Massal yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta.

BI Babel turut mendukung penguatan sektor pariwisata Belitung melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku pariwisata, serta penguatan ekosistem pariwisata daerah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rifki Ismail, mengatakan, terbukanya penerbangan internasional melalui Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin menjadi momentum penting bagi Belitung untuk memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

“Dengan terbukanya rute penerbangan internasional di Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, kami berharap sektor pariwisata Belitung dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Rifki, dalam keterangannya, Senin 25 Mei 2026.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Bank Indonesia menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa, 19 Mei 2026, yang melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, pelaku UMKM, pengelola desa wisata, perhotelan, serta asosiasi pelaku pariwisata.

Forum ini difokuskan pada penguatan akses pasar UMKM melalui integrasi dengan ekosistem pariwisata, seperti perhotelan, desa wisata, pusat oleh-oleh, dan destinasi wisata lainnya. Dalam Forum ini masing-masing peserta menyampaikan masukan dari sudut pandang masing-masing mengenai tantangan dan peluang dalam mengakselerasi pengembangan ekosistempariwisata di Pulau Belitung. Sebagai output dari FGD, terjadi akad kerjasama antar UMKM dengan hotel dan desa wisata setempat.

Selain itu, KPwBI Babel juga menggandeng Kampung Inggris Babel untuk memberikan pelatihan Bahasa Inggris praktis kepada lebih dari 30 pelaku pariwisata dari beberapa desa wisata di Kabupaten Belitung. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, di Tanjung Tinggi ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pelaku pariwisata dalam memberikan layanan kepada wisatawan.

“Pelatihan tersebut menjadi semakin relevan seiring dengan dibukanya penerbangan internasional komersial langsung Singapura–Belitung. Melalui peningkatan kapasitas ini, pelaku pariwisata diharapkan mampu menyambut wisatawan mancanegara dengan lebih percaya diri dan profesional, termasuk dalam menjelaskan produk lokal, destinasi wisata, serta informasi layanan pariwisata, sehingga dapat memberikan pengalaman yang lengkap bagi wisatawan,” ujarnya.

Melalui rangkaian dukungan tersebut, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam mendorong pariwisata Belitung sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara, Festival Budaya Napak Sire yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi salah satu wujud sinergi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, pelaku pariwisata, komunitas budaya, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata Kabupaten Belitung. Kegiatan ini juga tercatat sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani,, mengatakan, tradisi menyirih bukan sekadar kebiasaan seremonial, melainkan simbol penting dari identitas dan perekat sosial masyarakat Melayu.

"Tradisi menyirih merupakan salah satu warisan budaya yang telah turun-temurun hidup di tengah masyarakat Melayu. Menyirih tidak hanya menjadi bagian dari adat istiadat, melainkan juga mengandung makna silaturahmi, penghormatan, dan kebersamaan," ujar Hidayat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....