DPKP Babel Susun Formulasi Pengawasan Harga TBS Kelapa Sawit

  • 08 Mei 2026 18:00 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Pengawasan TBS kelapa sawit di Babel

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyusun formulasi untuk pengawasan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bangka Belitung dengan melibatkan kepolisian dan kejaksaan.

“Setelah ini kita tetapkan, nanti ada beberapa masukan kan dari perwakilan dari Polda maupun dari Kejati dan dari Pak Ketua Dewan, kita itu akan menyusun formulasi untuk pengawasan TBS ini dengan melibatkan teman-teman dari Polda dan Kejati, yang sebelumnya dari Dewan baru berdua saja,” kata Kepala DPKP Babel, Kurniawan, Jumat 8 Mei 2026.

Lanjut Kurniawan, nantinya bersama-sama mengawal kegiatan jual beli TBS kelapa sawit ini seingga harga ini lebih terpadu.

“Harga yang lebih ini ya, yang lebih wajar menurut mereka di tingkat petani ya. Makanya karena komponen-komponennya ini banyak, maka kita perlu mengedukasi, kita perlu mengedukasi para petani kita—bahwa harga yang kita tetapkan ini adalah harga yang dari pabrik, harga di pabrik,” katanya

Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya mengatakan, hal yang penting, pasca penetapan harga, pihaknya meminta Gubernur membentuk tim pengawasan yang melibatkan unsur Kejati, Polda, dan DPRD untuk mengawal perjalanan harga TBS ini.

Selain itu, perlunya posko pengaduan agar keluh kesah petani bisa diketahui. Posko ini nantinya diserahkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Pertanian.

“Saya minta para utusan kabupaten/kota se-Bangka Belitung hadir karena ini menyangkut masyarakat. Kita ingin implementasi langsung 'gas' setelah rapat ini. Semua pihak, DO, pengepul, perusahaan, dan asosias, harus tahu sanksinya jika ada pelanggaran,” kata Didit.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Bangka Belitung menyambut baik solusi DPRD Babel bersama aparat penegak hukum (APH) terkait penentuan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

"Kami menyambut baik fasilitasi dari Ketua DPRD bersama Kejati dan Kepolisian dalam rapat penentuan harga TBS hari ini. Di Riau, kerjasama Apkasindo dengan Kejati sudah berjalan lama dan tujuannya bagus untuk menstabilkan harga petani,” kata Plt Ketua Apksindo Babel, Jamaluddin, Rabu 6 Mei 2026.

Menurut Jamaluddin, solusi yang baik itu untuk pabrik tanpa kebun maupun pabrik dengan kebun, yaitu adanya pembinaan. Pembinaan ini penting agar petani tahu cara panen, cara pruning (pemangkasan), hingga cara pemupukan yang benar, jadi tidak hanya membahas soal rendemen terus menerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....