Investor Tiongkok Tinjau Kawasan Industri Aik Kelik Beltim

  • 22 Apr 2026 14:26 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus mendorong masuknya investasi guna memperkuat fondasi ekonomi daerah. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, PT Jinhai Stainless Steel Grup, yang meninjau Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK).

Rombongan investor yang dipimpin Mr. Wong tersebut meninjau langsung kawasan industri di Desa Mayang dan Desa Aik Kelik, Kecamatan Kelapa Kampit. Selain itu, mereka juga mengunjungi Pelabuhan Tanjung Keluang untuk melihat potensi akses distribusi industri.

Kawasan Industri Aik Kelik sendiri diproyeksikan sebagai pusat industri melalui pengembangan PT Beltim Industrial Park dengan luas mencapai 881,2 hektare. Jika investasi ini terealisasi, kawasan tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, mengatakan penjajakan ini merupakan langkah awal untuk melihat kesesuaian kebutuhan industri dengan potensi daerah. Menurutnya, salah satu perhatian utama investor adalah kesiapan infrastruktur.

“Investor membutuhkan pelabuhan dengan kedalaman 18 hingga 20 meter, sementara kondisi saat ini masih sekitar 9 sampai 12 meter. Kami telah meminta tim untuk melakukan survei lokasi yang memungkinkan,” ujar Kamarudin, Rabu 22 April 2026.

Menurutnya, kebutuhan pelabuhan dalam menjadi penting karena perusahaan tersebut akan menggunakan kapal besar untuk distribusi hasil produksi, termasuk ekspor ke luar negeri seperti Australia. Selain pelabuhan, kebutuhan energi juga menjadi perhatian utama.

“Mereka juga berencana membangun PLTU. Dengan adanya listrik, industri akan lebih mudah masuk. Jadi pelabuhan dan listrik ini jadi kunci,” ujar Kamarudin.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Beltim Ferry Irawan mengatakan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan segala peluang penanaman investasi yang masuk ke Beltim yang nantinya diharapkan akan berimbas kepada terciptanya lapangan kerja dan membangkitkan ekonomi Beltim.

"Jadi harapan kami investasi bisa masuk lebih banyak lagi dan lebih bisa menjadi peluang menyerap tenaga kerja dan membangkitkan ekonomi di Belitung timur," ujarnya.

Jika terealisasi, investasi ini diperkirakan mampu menyerap hingga 12 ribu tenaga kerja. Pemerintah daerah berharap kehadiran industri tersebut dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....