Anomali Cuaca Ancam Pertanian, Petani Beltim Perketat Perawatan Tanaman
- 14 Apr 2026 12:33 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Fenomena anomali cuaca yang tidak menentu di sejumlah wilayah Indonesia mulai memberi dampak serius terhadap sektor pertanian lokal. Di Desa Mempaya, Kabupaten Belitung Timur para petani harus meningkatkan perawatan tanaman guna mengantisipasi risiko gagal panen serta menjaga ketersediaan sayur-mayur di pasaran.
Salah satu petani, Rido Illahi mengaku tetap optimistis dalam mengelola lahannya di tengah ketidakpastian cuaca. Ia memilih menanam komoditas yang cepat panen seperti sawi manis, kacang panjang, dan buncis, yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi tanah dan cuaca di Belitung Timur.
“Sekarang cuaca tidak bisa diprediksi, kadang panas sekali lalu tiba-tiba hujan deras. Jadi kami harus lebih sering merawat tanaman, termasuk penyemprotan supaya tidak diserang hama,” ujar Rido kepada RRI, Selasa 14 April 2026.
Langkah mitigasi tersebut juga dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan sayuran, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner dan SPPG yang tersebar di wilayah Belitung Timur.
Di sisi lain, kondisi ini juga mulai dirasakan masyarakat sebagai konsumen. Salah seorang warga Manggar, Echa mengaku harga sayuran di pasaran cenderung tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir.
“Harga sayur kadang naik turun, mungkin karena pengaruh cuaca juga. Kalau pas stok sedikit, harganya langsung naik,” kata Echa.
Meski demikian, ia berharap para petani tetap bisa menjaga produksi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. “Mudah-mudahan petani tetap bisa panen, jadi harga tidak terlalu mahal dan kami sebagai pembeli juga tidak terlalu terbebani,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....