BMKG Babel Ingatkan Potensi Kekeringan Meteorologis

  • 03 Sep 2026 12:42 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bangka Belitung (Babel) mengingatkan potensi kekeringan meteorologis dengan kategori waspada, siaga, hingga awas pada sejumlah wilayah pada Dasarian I (1-10 September) 2026.

Katim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas 1 Depati Amir Pangkalpinang (BMKG), Slamet Supriyadi mengatakan, kekeringan meteorologis dengan berbagai kategori tersebut meningkatkan risiko berkurangnya ketersediaan air karena mengalami periode tanpa hujan dalam waktu cukup panjang.

“Karena sudah lebih satu atau dua bulan sejumlah wilayah Babel tidak turun hujan, potensi kekeringan bisa saja terjadi jika periode tanpa hujan masih berlangsung hingga akhir tahun nanti,” kata Slamet kepada RRI, Kamis 3 September 2026.

Slamet menjelaskan, kurangnya curah hujan terjadi secara alamiah akibat anomali cuaca atau penurunan pasokan uap air di atmosfer.

“Pemicu utamanya secara faktor global karena fenomena El Nino yang kuat serta pemanasan global memperparah durasi hari tanpa hujan,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkannya secara bijak, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, hingga selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim.

Sebelumnya, Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi meminta masyarakat untuk bijak menggunakan air bersih. Hal ini menyusul potensi cuaca panas dan kekeringan yang diperkirakan masih akan melanda wilayah Babel.

“Kita mesti perkuat sinergitas terutama kepada masyarakat yang mengalami kekeringan, bantuan air bersih ini sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari, termasuk juga di sektor pertanian,” ujarnya.

Selain itu ia meminta warga menjaga kebersihan sumber air agar tidak tercemar selama musim kemarau berlangsung. Menurut data estimasi cuaca, puncak musim panas ini berpotensi menguras cadangan air, hingga meningkatnya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....