Pemkab Bangka Desak Perusahaan Tingkatkan Harga Sawit Petani
- 09 Apr 2026 21:39 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka mendesak perusahaan kelapa sawit menaikkan harga pembelian tandan buah segar (TBS) dari petani.
Desakan ini muncul seiring dengan membaiknya harga sawit di pasar global.
Bupati Bangka Fery Insani menilai, kondisi harga dunia yang sedang naik seharusnya turut berdampak pada peningkatan harga di tingkat petani. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya, di mana harga sawit yang diterima petani cenderung mengalami penurunan atau stagnan.
"Saya sampaikan kepada PKS, ini harga sawit lagi bagus, bisa gak kita berbagi, berbagi keuntungan ke masyarakat, harga nih dimana - dimana sudah naik, di Medan hampir Rp4 ribu," ujar Fery, Kamis, 9 April 2026.
Menurut bupati, paling tidak masyarakat merasakan ada kenaikan. "Karena bulan Maret harga CPO gak mahal, harga naik, sekarang harga naik, kok malah turun," katanya.
Diakui, dirinya tidak bisa mengintervensi harga sawit, namun paling tidak ada kebijakan dari pabrik untuk menaikkan harga sawit petani.
"Harga dunia masih bagus, seharusnya ini bisa dirasakan juga oleh masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap, perusahaan dapat berbagi keuntungan dengan masyarakat, khususnya para petani sawit yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri.
Dengan adanya kenaikan harga yang lebih layak, diharapkan kesejahteraan petani sawit di Kabupaten Bangka dapat meningkat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Apkasindo Bangka Jamaluddin menyebutkan, belum bisa menerima alasan dan harga yang dikeluarkan perusahaan kelapa sawit.
"Alasan mereka tidak ada refenery, ku rasa alasannya tidak bisa kami terima sebagai perwakilan petani sawit. Harga CPO naik, tapi harga TBS petani malah turun," kata dia.
Minimal untuk harga sawit petani, dikatakan Jamal, berkisar antara Rp3.250 - Rp3.300 per kilogram, yang diseimbangkan dengan kenaikan harga pupuk.
"Kalau sekarang harganya Rp3.010 - Rp3.100, bahkan sebagian perusahaan ada yang dibawah Rp3 ribu," ucap Jamal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....