Pemkot Pangkalpinang Ajak Masyarakat Tanam Sayur Tekan Inflasi
- 08 Apr 2026 20:46 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemerintah Kota Pangkalpinang terus menggalakkan gerakan penanaman di tengah masyarakat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, mengatakan bahwa langkah ini menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi ketidakstabilan harga bahan pangan.
“Untuk ketahanan pangan, kita saat ini sedang menggalakkan kegiatan menanam, misalnya sayur-mayur di lingkungan masyarakat sendiri. Ini sangat bermanfaat, baik untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun dalam menjaga inflasi,” ujar Mie Go.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam menanam kebutuhan pangan sehari-hari dinilai efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Selain itu, gerakan ini juga mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama pemerintah kabupaten/kota turut memperkuat program penanaman komoditas strategis, salah satunya cabai.
Langkah ini diambil karena cabai menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di daerah. Fluktuasi harga cabai yang cukup tinggi kerap memengaruhi stabilitas harga kebutuhan pokok.
| Baca juga: Puncak Kemarau Diprediksi Agustus-September |
“Provinsi Babel bersama pemerintah daerah juga sedang menggalakkan penanaman cabai, karena salah satu penyumbang inflasi yang cukup signifikan adalah cabai,” katanya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Pangkalpinang optimistis ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,41 persen (mtm) dan secara tahunan mengalami inflasi sebesar 1,87 persen (yoy).
Kepala BPS Babel, Kepala BPS Babel Sugeng Arianto mengatakan, angka inflasi tahunan tersebut masih berada di sasaran target inflasi nasional yakni sebesar 2,5±1 persen serta lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 3,48 persen (yoy).
“Sejalan dengan hal tersebut, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah kedua se-nasional,” kata Sugeng.
Secara bulanan, inflasi disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau utamanya komoditas cumi-cumi, udang dan daging ayam ras.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....