Analisis dan Evaluasi, Gubernur Babel Ajak Sinergi Kawal Kamtibmas Lebaran

  • 24 Mar 2026 22:09 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemerintah memberikan perhatian penuh pada permasalahan kamtibmas mulai sebelum dan pasca libur Lebaran Idulfitri. Terkait itu analisis dan evaluasi (Anev) dilaksanakan serentak melalui zoom meeting.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani, Forkopimda Babel, Wako dan Wawako Pangkalpinang, mengikuti zoom meeting analisis dan evaluasi serentak terkait perkembangan situasi keamanan ketertiban masyarakat dan monitoring pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H /2026 pada objek wisata yang ada di seluruh wilayah Indonesia, Selasa, 24 Maret 2026.

Anev ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memastikan kondisi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya di kawasan objek wisata yang menjadi tujuan utama masyarakat selama libur Lebaran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan via zoom meeting kondisi masing-masing daerah di Indonesia bahwa aktivitas masyarakat saat merayakan Idulfitri cenderung meningkat signifikan. Mobilitas tinggi terjadi baik menjelang, saat, maupun setelah hari raya, terutama karena tradisi mudik dan rekreasi ke destinasi wisata.

Peningkatan mobilitas ini berpotensi menimbulkan sejumlah kerawanan, seperti antrean kendaraan, kemacetan, hingga kecelakaan lalu lintas. Tidak hanya itu, potensi gangguan kamtibmas lainnya juga meningkat, termasuk tindak kriminalitas yang memanfaatkan kelengahan masyarakat di tengah keramaian.

Menyikapi lokus pengamanan di daerah, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menilai sinergitas antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta instansi terkait diperlukan dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan kamtibmas selama masa perayaan Idulfitri di Bangka Belitung.

Sebelumnya, pada pemberitaan rri.co.id terkait pengamanan Idulfitri, Polda Kepulauan Bangka Belitung dan jajarannya melaksanakan Operasi Ketupat Menumbing 13-25 Maret 2026. Pada operasi itu juga melibatkan TNI dan stakeholder lainnya.

"Operasi ini, personel yang diturunkan gabungan. Ada Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait dengan jumlah 1.602 personel. Semua yang terlibat sesuai fungsinya masing-masing," kata Viktor, pemberitaan rri.co.id, 12 Maret 2026.

Menurut Kapolda Operasi Ketupat Menumbing berlangsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk mendukung itu disiapkan diantaranya 20 Pos Pengamanan (Pospam), 9 Pos Pelayanan (Posyan) dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di Babel. (Rilis: Vera/Dini/Biro Adpim Setda Babel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....