Pengawasan Pangan, Dinkes Bangka Dahulukan Edukasi dan Pembinaan

  • 04 Mar 2026 04:53 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID., Sungailiat – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mengedepankan edukasi dan pembinaan dalam pengawasan pangan.

Dalam program Opini Publik di Pro 1 RRI Sungailiat Jabfung Sanitarian Ahli Sub Koordinator Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Susi Marwan mengatakan jika ditemukan indikasi pangan tidak memenuhi standar, tim akan menelusuri terlebih dahulu titik kritis kesalahan melalui pendekatan Hazard Analytical Critical Control Point (HACCP).

“Biasanya faktor ketidaktahuan dan ketidaksengajaan yang menjadi penyebab. Jadi bukan karena niat jahat. Karena itu kami lakukan self assessment dan edukasi,” jelasnya.

Dikatakannya jika hasil uji menunjukkan positif mengandung bahan berbahaya, pedagang diminta sementara waktu tidak menjual produk tersebut sampai dinyatakan aman.

"Dalam kondisi tertentu, apabila terjadi pelanggaran berat dan membahayakan kesehatan masyarakat,bisa dilakukan pelaporan ke tingkat lebih tinggi bahkan kemungkinan penutupan usaha sesuai regulasi yang berlaku,"ujarnya.

Sementara itu Maya, pendengar dari Pemali, bertanya apakah ada sanksi tegas bagi pedagang yang tetap membandel setelah dibina.

Susi menjawab, sejauh ini belum ada kasus berulang yang sampai pada tahap sanksi berat.

“Kami utamakan pembinaan. Namun jika memang membahayakan dan melanggar aturan, tentu ada regulasi yang bisa diterapkan,” tegasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....