Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan untuk Revitalisasi Kelekak

  • 14 Feb 2026 22:20 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Revitalisasi kelekak sebagai warisan budaya dan ekologis dinilai membutuhkan kolaborasi antara akademisi, komunitas, pemerintah, dan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan dalam dialog Ngobras RRI Pro 1 Sungailiat oleh Fitri Ramdhani Harahap Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung, yang menekankan pentingnya peran kampus dalam melakukan riset dan pendampingan masyarakat.

“Kampus tidak boleh berhenti pada penelitian semata. Hasil kajian tentang kelekak harus kembali ke masyarakat dalam bentuk pendampingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas. Ini tanggung jawab moral akademisi,” katanya, Sabtu 14 Februari 2026.

Ia juga menyebut bahwa pelestarian kelekak harus diiringi dokumentasi pengetahuan lokal agar tidak hilang ditelan zaman.

Ahmad Juliyanta pemuda penggiat lingkungan Alumni Green Leadership Indonesia Batch 4 mencontohkan sejumlah inisiatif anak muda yang mulai mengangkat isu lingkungan melalui media sosial dan kegiatan berbasis komunitas.

“Gerakan lingkungan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu kolaborasi, berbagi praktik baik, dan menciptakan gerakan kolektif. Ketika pemuda bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” ungkapnya.

Ia berharap gerakan tersebut dapat mendorong kesadaran kolektif untuk merawat kelekak sebagai identitas lokal Bangka Belitung.

Pendengar Suryani di Pangkalpinang mengaku baru memahami nilai ekologis kelekak setelah mengikuti dialog ngobras.

"harapannya, pembahasan serupa seperti ini ruti digelar agar kesadaran masyarakat terus tumbuh," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....