Kerusakan Alam Diduga Sebabkan Serangan Buaya di Bangka Belitung

  • 13 Feb 2026 21:37 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Peristiwa serangan buaya yang menewaskan dua warga dalam sepekan terakhir di wilayah Bangka Belitung, diduga kuat dipicu oleh kerusakan alam. Kerusakan alam di wilayah aliran sungai, menyebabkan buaya menjadi terusik hingga terjadi konflik dengan manusia.

Dugaan ini disampaikan oleh Manajer Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Fondation, Endy R. Yusuf, dalam program interaktif 'Opini Publik', Jumat 12 Februari 2026. Endy mengatakan alam yang rusak menyebabkan buaya kesulitan mencari makan.

"Buaya yang menyerang itu biasanya berasal dari buaya-buaya konflik yang artinya memang buaya konflik, itu artinya memang terjadi karena akibat dari pertambangan atau kerusakan habitat yang terjadi," jelas Endy.

Lebih lanjut, berdasarkan data yang diterima Alobi Foundation, Bangka Belitung merupakan wilayah dengan kasus serangan buaya muara tertinggi di dunia.

"Berdasarkan basis data untuk serangan konflik buaya-buaya muara ini di seluruhnya dunia, dan kemudian Bangka Belitung memang salah satu yang tertinggi di dunia," kata Endy.

Sementara itu menurut Dian, salah seorang warga Bangka Belitung dalam partisipasinya mengatakan, daerah tempat tinggalnya tidak pernah terjadi serangan buaya karena masih banyaknya ikan.

"Hanya ada penampakan buaya tetapi tidak ada serangan karena stok makanan mereka ada," kata Dian.

Seperti diberitakan sebelumnya, serangan buaya menewaskan dua orang warga yakni Rusmanto warga Belitung yang merupakan penambang pada Senin, 9 Februari 2026, dan Jauhari Nelayan desa Petaling, Kabupaten Bangka pada Rabu, 11 Februari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....