Kurangnya Pemahaman Penggunaan APAR Tingkatkan Risiko Kebakaran

  • 10 Feb 2026 16:42 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dinilai masih menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko kebakaran.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam dialog "kentongan" siaram tanggap bencana Pro 1 RRI Sungailiat bersama Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka, Selasa 10 Februari 2026.

Kasi Penanggulangan Kebakaran Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka, Zalfika Ammya, menyebutkan banyak masyarakat memiliki APAR namun belum memahami cara penggunaannya.

Kondisi ini membuat APAR sering kali tidak dimanfaatkan secara maksimal ketika terjadi kebakaran.

“Banyak APAR yang hanya dijadikan pelengkap tanpa pernah dicek kondisi maupun dipelajari cara penggunaannya. Padahal, alat ini sangat penting dalam penanganan kebakaran tahap awal,” jelasnya.

Ia menekankan masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang penggunaan APAR melalui pelatihan atau simulasi kebakaran. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat bertindak cepat dan tepat sebelum api menyebar lebih luas.

Selain itu, Zalfika juga mengingatkan pentingnya menempatkan APAR di lokasi yang mudah dijangkau. Penempatan yang tepat akan mempercepat proses penanganan saat terjadi keadaan darurat.

Melalui peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat, diharapkan potensi kebakaran dapat diminimalisir.

Upaya kesiapsiagaan dinilai menjadi tanggung jawab bersama guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman kebakaran.

Sementara itu, Sultan dari Pangkalpinang mengatakan harus ada aturan yang mewajibkan setiap rumah mempunyai APAR.

"Supaya minimalisir resiko kebakaran, api itu kan mulainya dari kecil dulu pasti nah kalau setiap rumah ada pasti resiko menyebar," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....