Pemkot Pangkalpinang Dukung Digitalisasi Pembayaran Retribusi Berbasis QRIS
- 09 Feb 2026 20:14 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemerintah Kota Pangkalpinang Dukung digitalisasi pembayaran retribusi daerah berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Inovasi ini direncanakan untuk mempermudah pembayaran retribusi sampah serta berbagai jenis retribusi lainnya secara non tunai.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pengembangan Aplikasi QRIS dalam Pembayaran Retribusi Sampah yang dilaksanakan bersama ISB Atma Luhur Pangkalpinang dan sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini berlangsung pada Senin 9 Februari 2026 di Ruang Pertemuan Bapperida Kota Pangkalpinang.
FGD tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menyampaikan bahwa digitalisasi sistem pembayaran merupakan bagian penting dari modernisasi pelayanan publik sekaligus upaya meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi daerah.
“Prinsipnya kami sangat mendukung. Saat ini sedang disusun alur atau pohon proses sistem pembayaran non tunai, apakah menggunakan beberapa aplikasi atau satu aplikasi terintegrasi. Ke depan, pembayaran retribusi sampah, parkir, PBB, hingga retribusi restoran diharapkan dapat terhubung dalam satu sistem,” ujarnya.
Meski demikian, Dessy mengakui bahwa pengembangan sistem tersebut masih berada pada tahap awal. Pemerintah Kota, kata dia, akan memastikan seluruh proses perencanaan dan pengujian berjalan optimal sebelum sistem tersebut diterapkan secara resmi kepada masyarakat.
“Setiap hal baru pasti ada tantangan. Namun digitalisasi adalah keniscayaan yang harus kita hadapi. Kendala seperti keterbatasan pemahaman teknologi akan kami antisipasi melalui sosialisasi yang masif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dessy menegaskan, sebelum diberlakukan secara luas, pemerintah akan melakukan sosialisasi menyeluruh agar sistem pembayaran digital tersebut dapat dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor III ISB Atma Luhur Pangkalpinang, Yurindra, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi pembayaran retribusi sampah berbasis QRIS ini merupakan bagian dari program lomba nasional mahasiswa Indo Village.
Ia menyebutkan bahwa kompetisi tersebut diikuti oleh ratusan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Dari sekitar 980 kelompok peserta, hanya 185 kelompok yang dinyatakan lolos seleksi, dan ISB Atma Luhur menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berhasil masuk dalam daftar tersebut.
“Ajang ini diselenggarakan oleh Telkom University bekerja sama dengan Danantara. Kelompok mahasiswa yang lolos mendapatkan dana hibah untuk mengembangkan inovasi mereka,” kata Yurindra.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep aplikasi pembayaran retribusi sampah berbasis QRIS dirancang sederhana dan inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....