DPRD Bangka Tegaskan Dukungan Gerakan Bersih Sampah

  • 06 Feb 2026 19:03 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Subhan, menegaskan perlunya tindak lanjut konkret dan berkelanjutan atas arahan Presiden RI terkait Gerakan Bersih Sampah.

Dia menilai arahan Presiden selaras dengan kondisi di daerah, terutama kaitannya dengan persoalan banjir dan lingkungan.

"Sudah waktunya ada program menyeluruh dan komprehensif dari pusat hingga daerah, bahkan sampai tingkat desa. Sampah kita sudah darurat,” ujarnya dalam program Opini Publik di Pro 1 RRI Sungailiat, Jumat, 6 Februari 2026.

Subhan menyoroti bahwa selama ini penanganan sampah masih berkutat pada proses pemindahan, mulai dari rumah tangga ke TPS hingga TPA. Sementara aspek pengolahan dinilai masih sangat lemah.

“Kalau hanya memindahkan sampah, masalah tidak akan selesai. Harus ada pengolahan yang jelas, sehingga sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi bisa bernilai ekonomi, bahkan membuka lapangan kerja baru,” katanya.

Ia juga mendorong sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, TNI-Polri, relawan, hingga pihak swasta. Selain itu, edukasi karakter masyarakat dinilai menjadi kunci utama, dimulai dari lingkungan keluarga hingga jenjang pendidikan formal.

Terkait penegakan aturan, Subhan menyatakan dukungannya terhadap penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah secara lebih tegas. Menurutnya, regulasi sebenarnya sudah ada, tinggal kemauan politik pemerintah daerah untuk mengefektifkannya, termasuk melalui sanksi sosial maupun denda. 

“Penegakan aturan harus berjalan seiring dengan edukasi dan pengelolaan yang baik,” jelasnya.

Sementara itu Azadin, salah satu pendengar setia RRI, menyampaikan dukungan penuh terhadap Gerakan Bersih Sampah yang diarahkan Presiden. Ia berharap gerakan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 

“Kalau semua pihak bergerak bersama dan masyarakat sadar, lingkungan kita pasti lebih bersih dan sehat,” ujarnya.

Pendengar lainnya, Engkus dari Plaben memberikan masukan terkait pengolahan sampah rumah tangga. Ia menilai sampah organik seharusnya bisa dimanfaatkan menjadi kompos. 

“Kalau sampah organik diolah jadi kompos, selain mengurangi volume sampah, juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman di rumah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....