Laka Tambang Pemali, Korban Baru 3 Bulan Kerja

  • 06 Feb 2026 16:45 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang: Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) mengungkapkan tujuh orang pekerja tambang timah yang meninggal dunia akibat longsor dari aktivitas tambang timah ilegal di Desa Pemali, Kabupaten Bangka, baru tiga bulan bekerja.

Kapolda Babel, Irjen Pol Viktor Sihombing mengakui lokasi pertambangan ini bukan pertama kali terjadi laka tambang. Dari kondisi lapangan itu lokasi aktivitas tambang ini sudah cukup lama, akan tetapi para pekerja yang meninggal dunia itu baru tiga bulan.

“Tapi kalau pekerja ini, sesuai keterangan yang mereka berikan, mereka mengatakan baru bekerja lebih kurang tiga bulan. Ya tapi nanti akan kita selidiki dari semua beberapa pihak nanti. Sementara itu yang yang diberikan keterangan oleh mereka,” kata Viktor dalam konfrensi pers, Jumat 6 Februari 2026.

Untuk proses pemulasaran dan pemulangan para jenazar, lanjut dia, semuanya ikut membantu proses pelaksanaannya, jenazah keenam korban sudah dipulangkan di kampung halam.

“Karena namanya walaupun kondisinya statusnya apa gitu, tapi karena mereka korban, semuanya berkewajiban termasuk perangkat di wilayah sana, ya. Dari kita juga ikut, dan semuanya sudah diterima oleh keluarganya,” ujarnya.

Terpisah, upaya pencarian korban kecelakaan tambang di kawasan Pondi, Pemali, terus digencarkan oleh Tim SAR Gabungan. Hingga hari ini, Tim SAR Gabungan masih fokus mencari satu orang penambang yang diduga masih tertimbun material longsor.

​Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyatakan, pihaknya akan mengoptimalkan upaya pencarian untuk menemukan korban terakhir. Namun, kondisi medan yang tidak stabil menjadi kendala utama di lapangan.

​"Pencarian terhadap para penambang kami lakukan semaksimal mungkin," ujar Mikel.

Mikel menambahkan, area pencarian memiliki risiko tinggi karena kondisi tanah yang labil dan terus bergeser. Untuk mempercepat proses evakuasi material longsor, sebanyak empat unit alat berat ekskavator telah diterjunkan ke lokasi.

​"Tanah disekitar area pencarian terus bergeser hingga cukup menyulitkan. Namun, kita akan mengupayakan semaksimal mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan tim rescue yang bekerja. Semoga korban dapat segera ditemukan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....