Kerusakan Kawasan Bukit Menumbing Harus jadi Perhatian Bersama
- 03 Feb 2026 10:52 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Kerusakan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Menumbing, Mentok Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) disesalkan terjadi, apalagi akibat dari aktivitas tambang ilegal.
Hal itu disesalkan oleh Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Elvi Diana yang merupakan Anggota DPRD daerah pemilihan Bangka Barat. Untuk itu ia menekankan agar hal ini menjadi perhatian bersama semua pihak.
Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Babel itu, Bangka Barat itu adalah kota kelahirannya. Dari kecil sudah melihat bagaimana kehidupan bersama dengan Bukit Menumbing yang merupakan salah satu tempat di mana masa kecil dulu melakukan banyak kegiatan positif.
“Saya mulai dari hiking, kemudian kita menaiki puncak Bukit Menumbing, itu melewati hutan-hutan yang dulu luar biasa. Masih sangat orisinal, masih sangat tidak ternoda, begitu asri, begitu hijau. Walaupun sudah ada jalan setapak atau jalan satu mobil yang sudah dibuat pada saat saya lahir di zaman beberapa tahun yang lalu,” kata Elvi, Selasa 3 Februari 2026.
Untuk itu, Elvi sangat menyayangkan dengan kerusakan tambang ilegal yang merusak Bukit Menumbing itu. Menurut dia hal ini menjadi permasalahan semua pihak. Ia berharap stakeholder, Pemprov, Pemkab Bangka Barat, dan pimpinan dari segala instansi, baik itu PT Timah dan Forkopimda yang turut men-support Pemprov dan Pemkab Bangka Barat dalam mengatasi hal ini.
“Ini sudah terjadi, tidak bisa lagi kita menyesali. Namun saat ini saya mengajak semua instansi terkait, mengajak stakeholder terkait dan semua masyarakat Bangka Barat khususnya, ayo kita jaga kelestarian hutan Bukit Menumbing.,” katanya.
Elvi menginisiasi untuk melakukan penghijauan di kawasan Bukit Menumbing tersebut dalam beberapa waktu ke depan. Menurturnya, inisiasi ini murni dirinya untuk menjaga dan mengenang masa kecilnya yang bisa menikmati asrinya, hijaunya, dan oksigen yang tersedia di Bukit Menumbing.
“Sangat disayangkan kalau kelestarian itu hilang hanya karena oknum-oknum, keserakahan oligarki yang tidak bertanggung jawab, dan juga tentunya karena ketidaktahuan masyarakat atau oknum, baik dari dalam maupun dari luar, yang melakukan penambangan ilegal di sekitar hutan Bukit Menumbing,” katanya.

Sementara, warga Mentok, Randa, menyangkan perusakan Bukit Menumbing apalagi itu ikon Bangka Barat dan kental nuansa sejarah Sang Proklamator kemudian cadangan oksigen juga ada di hutan-hutan sekitar itu.
| Baca juga: Bangka Barat Catat 33 Kasus Karhutla |
“Sebagai putra daerah kami sangat menyangakan kerusakan itu terjadi. Kami berharap aparat dan pihak terkait dapat menjadikan ini sebagai fokus bersama,” katanya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel, Bambang Trisula mengatakan, Taman Hutan Raya Menumbing untuk pengelolaannya berada di Dinas Lingkungan Hidup Bangka Barat.
"Jadi mereka punya UPTD Tahura yang mengelola itu, sama halnya dengan Mangkol. Jadi untuk informasi lebih jelas ke Tahura, mungkin bisa ke DLH Bangka Barat karena personel merekalah yang melakukan kegiatan penertiban ataupun patroli di sana. Tapi tetap, mereka dalam pengawasan juga kementerian lewat BKSDA," kata Bambang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....