Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Babel Kategori Sedang
- 03 Feb 2026 10:16 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat dengan nilai 77,26 atau kategori sedang pada tahun 2025. Angka itu mengalami kenaikan sebesar 4,46 poin, yakni dari 72,8 pada tahun 2024.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Babel, Edwin Setiady, mengatakan, capaian ini menempatkan kualitas lingkungan hidup Bangka Belitung dalam kategori sedang.
Meskipun terdapat perubahan metodologi perhitungan berdasarkan Permen LH Nomor 14 Tahun 2025, tren kenaikan ini tetap dianggap sebagai prestasi hasil kerja kolaboratif berbagai pihak.
Edwin menjelaskan, sektor lahan menjadi penyumbang kenaikan paling mencolok dalam struktur IKLH Babel tahun 2025. Indeks kualitas lahan melonjak signifikan sebesar 21,74 poin, sehingga mencapai angka 62,31
| Baca juga: UMKM Babel Sukses Ekspor Daun Ketapang |
"Kenaikan ini didorong oleh gencarnya kegiatan rehabilitasi lahan, baik melalui reboisasi maupun penghijauan masif yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Ini bukan hanya kerja DLH, tapi juga keterlibatan BPDAS, BPKH, pihak swasta, hingga masyarakat," ujar Edwin, Selasa 3 Februari 2026.
Meskipun secara keseluruhan mengalami tren kenaikan, Edwin memberikan catatan khusus pada sektor air. Mengingat kondisi lahan dan air saling mempengaruhi, kualitas air tetap menjadi perhatian utama (concern) Pemerintah Provinsi untuk terus diperbaiki di masa mendatang.
"Indeks kualitas udara dan air laut kita masih cenderung bagus. Namun, kualitas lahan dan air tetap menjadi fokus perbaikan kita ke depan. Walaupun lahan naik signifikan, posisinya masih perlu terus ditingkatkan," katanya.
Diberitakan terpisah, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) menyebut penghijauan lahan kritis di Babel terus berlanjut. Pemprov mengapresiasi pelaksanaan kegiatan penghijauan yang digelar oleh aparat penegak hukum (APH) di sejumlah wilayah di Babel.
Menurut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riskiyansah, kegiatan itu dinilai sebagai langkah nyata dalam upaya pemulihan lahan kritis di Bangka Belitung.
“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan tidak berhenti sampai di sini. Artinya, program penghijauan ini akan terus berlanjut,” ujar Riskiyansah, Selasa 30 Desember 2025.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga dan memulihkan lingkungan.
Riskiyansah menambahkan, penghijauan ini diharapkan mampu menutup lahan-lahan kritis yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di Bangka Belitung. Upaya tersebut disebut sebagai harapan bagi masa depan daerah dan generasi mendatang.
“Mudah-mudahan ini menjadi bentuk restorasi lingkungan bagi kita semua,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....