Menjaga Lahan Basah, Menjaga Masa Depan

  • 02 Feb 2026 14:03 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat -  Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lahan basah sebagai ekosistem vital yang menopang keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan manusia. 

Orie Fachrido, founder Yo’kawa Bangka Belitung mengatakan lahan basah seperti mangrove, rawa, dan gambut berfungsi sebagai ekosistem penyangga kehidupan. Menurutnya, keberadaan lahan basah tidak hanya penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim. 

“Lahan basah adalah benteng alami. Ia menyerap air saat hujan ekstrem, menahan abrasi, sekaligus menyimpan karbon dalam jumlah besar. Jika rusak, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” ujar Orie ketika memberikan pernyataan di podcast becakap babel bersama RRI. 

Orie menjelaskan, peringatan hari lahan basah sedunia yang jatuh setiap tanggal 2 febuari merupakan momen penting untuk memgingat bahwa alih fungsi lahan basah yang tidak terkendali berpotensi meningkatkan risiko banjir, kekeringan, serta menurunkan kualitas air. Selain itu, kerusakan ekosistem lahan basah juga mengancam sumber penghidupan masyarakat pesisir dan perdesaan yang bergantung pada sektor perikanan dan pertanian.

"Rendahnya literasi lingkungan menjadi salah satu indikator, faktor utama kerusakan lahan basah. Banyak masyarakat belum memahami bahwa ekosistem ini bekerja secara alami untuk melindungi manusia dari bencana ekologis. Oleh karena itu, edukasi sejak dini dinilai penting agar kesadaran menjaga lahan basah tumbuh secara berkelanjutan, karena menjaga lahan basah bukan hanya soal melindungi alam, tapi juga investasi untuk masa depan generasi berikutnya. Ketika ekosistem ini lestari, kehidupan manusia pun ikut terjaga,” kata Orie. 

Sementara itu Varissa relawan yo'kawa babel mengingatkan masyarakat bahwa lahan basah memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, banyak orang baru menyadari fungsi lahan basah setelah terjadi banjir atau kerusakan lingkungan.

“Kalau kesadaran dijaga sejak sekarang, lahan basah bisa tetap lestari dan bermanfaat untuk generasi berikutnya,” ujar Varissa. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....