HAKLI Babel Tukar Sampah Kemasan Plastik dengan Souvenir
- 01 Feb 2026 21:07 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kepulauan Bangka Belitung melayani penukaran sampah kemasan plastik air minum dengan souvenir pada Car Free Day di depan Masjid Agung Sungailiat.
Ketua HAKLI Kepulauan Bangka Belitung Boy Yandra mengungkapkan, pihaknya melakukan penukaran sampah plastik kemasan tersebut sebagai langkah mencegah terjadinya genangan air dalam sampah plastik tersebut, karena dapat menjadi sarang nyamuk.
“Agar nyamuk demam berdarah tidak bertelur di tempat-tempat contohnya bekas minuman. Untuk itu, setiap Sabtu melaksanakan Car Free Day menukarkan sampah plastik bekas minuman dengan souvenir. Alhamdulillah setiap Sabtu HAKLI Bangka Belitung bisa mengumpulkan sebanyak 15-20 kilogram sampah plastik setiap Car Free Day,” jelas Boy Yandra, Minggu, 1 Februari 2026.
Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah yang dapat menampung air hujan karena nyamuk demam berdarah berkembang biak pada air yang bersih dan telur-telur nyamuk dapat bertahan lama.
Boy Yandra mengingatkan agar masyarakat rutin membersihkan lingkungan, menguras bak penampungan air, dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
“Pemberantasan sarang nyamuk kita lakukan dengan baik, gotong royong Jumat bersih dan kalau ada warga kita yang terkena demam berdarah berdasarkan hasil laboratorium rumah sakit maka lapor ke RT dan Puskesmas terdekat agar segera dilakukan penyelidikan epidemologi dan selanjutnya dilakukan pemberantasan sarang nyamuk di radius 100 meter dan penyemprotan fogging,” jelasnya.
Boy Yandra mengingatkan agar masyarakat rutin membersihkan lingkungan, menguras bak penampungan air, dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Sementara itu, sebelumnya Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Anggia Murni menegaskan, bahwa langkah paling efektif dalam memutus mata rantai penularan DBD melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dan mandiri di lingkungan masing-masing. Terlebih saat musim penghujan banyak ditemukan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Pemberantasan sarang nyamuk kita lakukan dengan baik, gotong royong Jumat bersih dan kalau ada warga kita yang terkena demam berdarah berdasarkan hasil laboratorium rumah sakit maka lapor ke RT dan Puskesmas terdekat agar segera dilakukan penyelidikan epidemologi dan selanjutnya dilakukan pemberantasan sarang nyamuk di radius 100 meter dan penyemprotan fogging,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....