'Bekisah' Bapas Tanjungpandan Dukung Deklarasi Sekolah Anti Bullying
- 29 Jan 2026 19:06 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung- Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan melalui inovasi Bekisah mendukung Deklarasi Sekolah Anti Bullying dan Kekerasan yang digelar di SDN 44 Tanjungpandan, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penguatan Gerakan Sekolah Ramah Anak, dengan fokus pencegahan perundungan dan kekerasan sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, Bapas Tanjungpandan memberikan penguatan kepada tenaga pendidik terkait Undang-Undang Perlindungan Anak, Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), serta mekanisme diversi sebagai pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara anak
Materi disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda Bapas Tanjungpandan, Bastian. Ia menjelaskan peran strategis PK dalam penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum, mulai dari asesmen sosial hingga pemantauan kesepakatan diversi.

"Dalam kerangka SPPA, PK melakukan penelitian kemasyarakatan untuk menilai faktor risiko dan kebutuhan anak, kemudian merekomendasikan diversi apabila memenuhi syarat. Diversi bukan pembiaran, tetapi mekanisme hukum yang mengedepankan pemulihan korban, tanggung jawab anak, serta mencegah stigmatisasi," ujar Bastian.
Menurutnya, pemahaman guru terhadap prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan pendidikan karakter menjadi kunci utama pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha Bapas Tanjungpandan, Yovie Agustian Putra, menekankan pentingnya pencegahan bullying melalui pendekatan empati dan kasih sayang di sekolah maupun keluarga.
"Bullying meninggalkan luka yang tidak selalu terlihat. Anak harus merasa dicintai, didengar, dan didampingi agar tumbuh rasa aman, percaya diri, dan berani berprestasi," kata Yovie.

Kepala SDN 44 Tanjungpandan, Yulianti, mengapresiasi kehadiran Bapas Tanjungpandan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan mampu menyentuh sisi emosional peserta didik.
"Setelah kegiatan, siswa-siswi memeluk para guru. Itu momen yang sangat menyentuh. Materi yang disampaikan membumi dan mudah dipahami anak-anak," ungkap Yulianti.
Melalui inovasi Bekisah, Bapas Tanjungpandan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lingkungan pendidikan guna memperkuat pencegahan perundungan serta menciptakan ruang belajar yang aman dan ramah anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....