Tahapan Suku Bugis saat Sambut Bulan Ramadan
- 13 Okt 2024 22:44 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Dalam menyambut bulan suci ramadan, setiap daerah di Indonesia tentu memiliki ragam budaya yang berbeda-beda. Suku bugis contohnya, saat hendak memasuki bulan puasa, mereka mempunyai kebiasaan dan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun.
Daeng Zuriah orang asli suku Bugis, yang kini tinggal menetap di Bangka saat mengisi acara etnis nusantara anging mamiri pada hari Minggu, (13/10/2024) mengaku bahwa mereka memiliki beberapa tradisi rutin saat jelang bulan puasa.
"Tradisi suku Bugis ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dari generasi ke generasi, sebagai wujud rasa syukur karena bisa berjumpa kembali di bulan ramadhan, bulan yang penuh dengan keberkahan," ujar Daeng Zuriah
Daeng Zuriah menjelaskan ada 5 kebiasaan yang dilakukan oleh orang Bugis saat memasuki bulan ramadhan, yaitu :
1. Ziarah Kubur
Saat menyambut bulan puasa, suku Bugis melakukan kunjungan ke makam tetua kampung, makam raja-raja Bugis, kemudian makam keluarga dan sanak saudara. Kemudian, saat memasuki area pemakaman, warga membaca yasin, dan berdoa bersama.
2. Membuat Songkolo Patang Rupa
Songkolo patang rupa,terdiri dari kata songkolo yang artinya beras ketan, dan patang rupa yang artinya empat warna. Jika digabungkan songkolo patang rupa artinya adalah beras ketan yang memiliki empat warna, warna merah bermakna api, warna kuning bermakna angin, warna putih bermakna air dan warna hitam bermakna tanah. Hidangan makanan songkolo patang rupa jelang ramadhan merupakan simbol perekat antar manusia.
3. Barzanji
Suku Bugis dalam menyambut bulan puasa menggelar barzanji. Barzanji artinya adalah pembacaan kitab sastra yang berisikan sejarah kelahiran hingga wafatnya nabi Muhammad saw., lalu warga Bugis membaca barzanji bersama-sama dengan irama dan intonasi yang seragam.
4. Ma'baca
Ma'baca artinya kegiatan membaca doa untuk keselamatan keluarga serta mengirimkan doa kepada keluarga yang telah meninggal dunia, dipimpin oleh ustaz atau imam desa. Kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama.
5. Maddupa Keteng.
Tradisi ini berlangsung sebelum sahur pertama hingga memasuki hari ketiga di bulan puasa. Setiap rumah menyiapkan daging sapi atau ayam untuk didoakan oleh ustaz, dan disajikan saat berbuka puasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....