Dinkes Bangka Sosialisasi Keamanan Pangan kepada Penjual Takjil

  • 24 Feb 2026 11:51 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melakukan sosialisasi keamanan pangan kepada pelaku UMKM khususnya penjual pangan takjil berbuka puasa agar tidak menggunakan bahan berbahaya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Anggia Murni mengungkapkan, sosialisasi dilakukan guna memastikan takjil yang dikonsumsi masyarakat aman dari zat berbahaya.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penggunaan bahan kimia terlarang yang sering kali disalahgunakan sebagai pengawet atau pewarna makanan, seperti formalin, boraks, rhodamin B dan metanil yellow.

“Kita harapkan tidak menggunakan bahan tambahan yang tidak sesuai standar, jadi bahan makanan yang tidak sesuai standar itu seperti boraks itu tidak diperkenankan karena dapat menimbulkan penyakit dalam jangka panjang,” ujar Anggia Murni.

“Makanan-makanan yang warnanya kami nilai agak mencolok itu uang akan kita periksa. Kalau pakai bahan tambahan yang memang untuk makanan itu biasanya warnanya tidak begitu mencolok,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka juga telah melakukan sidak pangan takjil di Ramadan Fair 2026 yang terletak di depan Masjid Agung Sungailiat.

Dalam sidak tersebut, Dinas Kesehatan mengambil beberapa sampel pangan takjil untuk dilakukan pengujian. Dari sampel yang diperiksa hasilnya semua negatif atau aman untuk dikonsumsi.

Sementara itu, sebelumnya Ketua HAKLI Kepulauan Bangka Belitung Boy Yandra mengungkapkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang dan Dinas Kesehatan.

“Kami sudah bekerja sama dengan BPOM nanti kalau akan turun kami HAKLI Babel akan menyurati kabupaten lain ketika BPOM akan turun ke wilayahnya maka ikut mendampingi kegiatan tersebut sehingga tahu dan hasilnya jelas. Kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meninjau kalau ketika ada temuan,” ujar Boy Yandra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....