Sejarah Inggris di Piala Dunia, Selalu Gagal Ulangi Prestasi 1966

  • 17 Jul 2026 13:53 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Tim Nasional Inggris adalah salah satu favorit ketika setiap event penyelenggaraan kompetisi sepakbola seperti Piala Dunia, atau Piala Eropa berlangsung. Satu logo bintang yang berada di atas logo tiga singa di baju timnas mereka, menandakan bahwa negeri yang sering disebut asal sepakbola tersebut pernah menjadi juara dunia.

60 tahun lalu, atau tepatnya pada 1966, Inggris pernah menjadi kampiun Piala Dunia. Ketika itu The Three Lions menjadi juara, setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 4-2, pada kompetisi yang digelar di negerinya sendiri. Namun sayangnya 60 tahun berselang, Inggris tidak kunjung menambah logo bintang pada logo federasi sepakbola mereka.

Pasca 1966, prestasi tertinggi Inggris pada Piala Dunia adalah masuk ke semifinal. Pada edisi 1990, Inggris gagal ke final setelah dikalahkan Jerman Barat, dan hanya duduk di posisi keempat setelah kalah dari tuan rumah Italia pada laga perebutan tempat ketiga.

Lagu ''Football's Coming Home" menggema pada 1996, ketika Inggris menjadi tuan rumah Piala Eropa. Lagu tersebut diciptakan dan dinyanyikan sebagai bentuk optimisme mereka, bahwa sepakbola akan segera pulang ke rumahnya. Bahkan setelah kegagalan Inggris pada semifinal Piala Eropa 1996, lagu tersebut masih kerap dinyanyikan publik Inggris, ketika Inggris mengikuti Piala Dunia 1998, bahkan hingga saat ini.

"Inggris selalu percaya diri setiap kompetisi tetapi selalu gagal," kata Julius, penggemar sepakbola di Bangka Belitung.

Generasi Emas dan Liga Kompetitif Gagal Bawa Prestasi

Inggris dikenal dengan generasi emas mereka di tahun 2000an. Pada Piala Dunia 2006 yang digelar di Jerman, Inggris berangkat dengan skuat yang mumpuni. Ketika itu Inggris diperkuat bintang seperti David Beckham, Michael Owen, Wayne Rooney, Steven Gerrard, Frank Lampard, John Terry, dan pemain bernama besar lainnya. Sebagian diantaranya bahkan merupakan tulang punggung masing masing tim, yang berlaga di Premier League. Namun skuad bertabur bintang tersebut gagal menambah bintang mereka menjadi dua di atas logo federasinya, karena hanya melaju sampai perempat final, setelah kalah adu penalti dari Portugal yang kala itu diperkuat Cristiano Ronaldo muda.

Tahun demi tahun berganti, harapan publik Inggris sempat meningkat ketika Piala Dunia 2018 di Rusia berlangsung. Inggris berhasil melaju kembali ke semifinal, dengan skuad yang diperkuat pemain seperti Harry Kane, Marcus Rashford, Raheem Sterling, hingga Trent Alexander-Arnold. Namun lagi lagi slogan Football's Coming Home gagal diwujudkan, karena kalah dari Kroasia, yang dipimpin sang kapten, Luka Modric.

Liga Inggris atau Premier League adalah kompetisi sepakbola domestik yang terkenal dengan julukan Kick and Rush. Pamor dari Premier League semakin meningkat seiring dengan menurunnya kualitas Serie A Italia, yang sempat mendominasi pada 90an dan tahun 2000an. Banyaknya pemain bintang, dan klub klubnya yang mencetak prestasi di Eropa, ternyata tidak menjamin timnas Inggris ikut meraih prestasi. Prestasi tertinggi Inggris di era keemasan Premier League adalah Semifinal Piala Dunia 2018, Finalis Piala Eropa 2020 dan 2024, dan terakhir Semifinal Piala Dunia 2026. Penggemar sepakbola menilai, deretan pemain bintang dan liga yang kompetitif, belum cukup untuk membawa prestasi di timnas.

"Untuk menjadi juara dibutuhkan mental juara, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan memanfaatkan momen-momen kecil yang menentukan hasil pertandingan. Dalam sepak bola, menjadi tim kuat dan menjadi tim juara adalah dua hal yang berbeda," kata Alam, penggemar sepakbola di Bangka Belitung, setelah menyaksikan kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026, Kamis, 16 Juli 2026.

Sosok pemimpin yang mampu menjadi pengatur serangan dan membawa perbedaan untuk tim, juga dinilai sebagai salah satu aspek yang harus dibenahi Inggris. Sosok tersebut dinilai belum dimiliki dalam timnas Inggris, dan jadi penyebab Inggris belum menjadi juara.

"Belum ada sosok pemimpin seperti Lionel Messi di timnas Inggris, itulah penyebab mereka masih sering gagal," kata Ahmad Suherman, pengamat sepakbola sekaligus Badan Liga Sepakbola (BLS) Bangka Belitung, dalam dialog "Deeptalk Bola : Peta Kekuatan 32 Besar Piala Dunia 2026" di RRI Sungailiat, 28 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....