Mengenang Debut Messi di Piala Dunia 2006 dan Perjalanannya 20 Tahun Kemudian

  • 18 Jun 2026 08:09 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - 16 Juni 2006, Lionel Messi masuk sebagai pemain pengganti Argentina tepat pada menit Ke-75, menggantikan Maxi Rodriguez. Ketika itu Messi muda belum genap berusia 19 tahun, dan masih banyak yang belum mengenal namanya. Argentina ketika itu sudah unggul 5-0 atas Serbia dan Montenegro, pada pertandingan kedua Grup C Piala Dunia 2006, di stadion Arena AufSchalke, Gelsenkirchen, Jerman.

Pertandingan tersebut ternyata menjadi sejarah bagi Messi, karena untuk pertama kalinya ia merasakan atmosfer Piala Dunia. Tidak butuh waktu lama, kepercayaan dari juru taktik, Jose Pekerman, ia balas dengan mencetak gol keenam Argentina pada menit ke-88 ditambah satu assist, sekaligus menggenapkan skor 6-0 untuk Argentina. Kemenangan tersebut juga memastikan Argentina lolos ke babak 16 besar.

"Masih muda sekali ketika ia dimainkan, dan saya ingat waktu itu Maradona juga ikut menonton di stadion dan melihat Messi bermain," kata Julius, salah penggemar timnas Argentina di Bangka Belitung, Rabu, 17 Juni 2026.

Gol yang dicetak Messi juga memecahkan rekor pemain termuda yang mencetak gol untuk Timnas Argentina. Meski hanya mencetak satu gol sepanjang turnamen, namun gol tersebut dicatat sebagai sejarah lahirnya sang megabintang.

Raihan satu gol dan satu assist di usia yang sangat muda, ternyata bukanlah menjadi awal dari perjalanan mudah bagi Messi. Meski bertabur gelar bersama klubnya Barcelona, prestasi Messi bersama Albiceleste justru mandek, setidaknya sampai dengan 2021.

Kegagalan demi kegagalan, mulai dari kekalahan pada final Copa America 2007, 2015, dan 2016, hingga kekalahan dramatis pada final Piala Dunia 2014 di Brasil harus diterima Messi. Bahkan ia sempat menangis dan menyatakan mundur dari Timnas Argentina, pasca kalah dari Cili di Copa America Centenario 2016.

Messi akhirnya baru dapat tersenyum dan menangis bahagia, ketika mengantarkan Argentina menjuarai Copa America 2021 di Brasil, dan mengalahkan tuan rumah dengan skor 1-0. Prestasi tersebut ia tingkatkan kembali dengan membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, dalam laga final yang dinilai paling dramatis sepanjang sejarah Piala Dunia menghadapi Prancis. Tidak cukup hanya di Piala Dunia, pada 2024 Messi kembali meraih gelar Copa America, dan juga memenangkan Finalissima pada 2022.

"Bagi saya perdebatan siapa pemain sepakbola terbaik sepanjang sejarah, sudah diakhiri ketika Argentina juara dunia pada 18 Desember 2022," ungkap Julius, ketika mengenang final Piala Dunia 2022.

20 Tahun berlalu, tepatnya pada 16 Juni 2026 (waktu amerika), Lionel Messi kembali mengejutkan dunia. Datang dengan usia 38 tahun, berstatus juara bertahan, dan juga telah memenangkan banyak prestasi tim dan individu, Messi menolak redup. Tiga gol ia lesakkan ke gawang Aljazair pada laga perdana Argentina di Piala Dunia 2026.

"Sangat sangat luar biasa, performanya sangat baik, dan mencetak hattrick perdana di Piala Dunia 2026," kata Alam, salah seorang penonton laga Argentina vs Aljazair, 17 Juni 2026.

Kini penggemar sepakbola dunia menantikan kiprah dan perjalanan Messi bersama Argentina, pada laga lanjutan di Piala Dunia 2026. Argentina masih akan menghadapi Austria, dan Yordania dalam Grup J.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....