Kelangkaan Buah Malik Jadi Perhatian Warga Bangka Belitung
- 28 Mei 2026 20:11 WIB
- Sungailiat
RRI.CO,ID,Sungailiat - Buah malik, salah satu buah endemic yang ada di Wilayah Bangka Belitung, kini semakin jarang ditemui masyarakat. Buah musiman yang memiliki cita rasa unik tersebut perlahan mulai sulit ditemukan, baik di pasar tradisional maupun di lingkungan permukiman warga.
Seorang anak muda Bangka, Desy, mengatakan keberadaan buah malik saat ini sudah sangat terbatas. “Masyarakat yang ingin menikmati buah tersebut,harus mencarinya langsung ke kebun atau keleka milik warga, itupun belum tentu tersedia karena jumlah pohonnya semakin sedikit,”Ungkapnya.
Desy menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar buah khas daerah tidak hilang tergerus perkembangan zaman. Ia menyebut banyak generasi muda saat ini bahkan tidak lagi mengenal buah malik karena minimnya budidaya serta semakin berkurangnya pohon yang tumbuh di lingkungan masyarakat.
| Baca juga: Warga Sungailiat Nikmati Musim Mangga Muda |

Selain dikenal langka, buah malik juga memiliki cara konsumsi yang cukup unik. Warga Bangka biasanya tidak langsung memakan buah tersebut setelah dipetik karena teksturnya masih keras dan rasa sepatnya cukup kuat.
Fery, warga Bangka lainnya, menjelaskan terdapat cara khusus untuk menikmati buah malik agar terasa lebih lembut dan nikmat. “Buahnya terlebih dahulu direndam menggunakan air hangat kemudian ditambahkan gula dan sedikit garam,”Ujarnya.
Setelah direndam sekitar 20 menit, tekstur buah malik akan berubah menjadi lebih lembut secara alami. Proses tersebut juga membantu mengurangi rasa sepat sehingga buah lebih nyaman dikonsumsi dan memiliki sensasi rasa yang khas.
Sementara itu, seorang pendengar RRI asal Pangkalpinang, Dedi, mengaku sudah lama tidak menemukan buah malik di sekitar tempat tinggalnya. Ia berharap tanaman buah lokal khas Bangka dapat kembali dibudidayakan agar tetap dikenal generasi mendatang.
Pendengar lainnya dari Sungailiat,Reni, mengatakan buah malik memiliki nilai budaya dan kenangan masa kecil bagi masyarakat Bangka. Ia berharap keberadaan buah endemik tersebut tetap dijaga karena menjadi bagian dari kekayaan hayati dan identitas kuliner lokal daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....