Kulat Pelawan Sajian Khas Ruwah Kubur Desa Keretak

  • 31 Jan 2026 22:17 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka Tengah – Sajian khas kulat pelawan menjadi salah satu daya tarik tradisi Ruwah Kubur di Desa Keretak, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Sabtu (31/1/2026).

Masakan kulat pelawan yang diolah secara tradisional menarik perhatian para tamu yang hadir. Salah satunya Bagas, warga asal Sungailiat, yang mengaku antusias mencicipi kuliner khas Desa Keretak itu.

“Kulat pelawan spesial dimasak secara tradisional. Cita rasanya enak dan menjadi keunikan yang tidak dijumpai di semua tempat,” ujar Bagas.

Menurutnya, keberadaan kulat pelawan dalam tradisi Ruwah Kubur tidak hanya memperkaya sajian kuliner, tetapi juga menjadi identitas budaya masyarakat Bangka yang patut dilestarikan.

Sementara itu, warga Desa Keretak, Sumi, menjelaskan bahwa kulat pelawan dimasak dengan bumbu khas yang terdiri dari rempah-rempah, santan, serta tambahan daging, sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih.

“Untuk kulat pelawan, bumbunya pakai rempah-rempah, santan, dan daging. Bahan kulatnya kami beli, harganya bisa mencapai satu jutaan,” ujar Sumi.

Ia menambahkan, meski harganya relatif mahal, kulat pelawan tetap dihadirkan dalam tradisi Ruwah Kubur sebagai bentuk penghormatan kepada tamu sekaligus pelestarian kuliner khas daerah.

Melalui penyajian kulat pelawan, tradisi Ruwah Kubur di Desa Keretak tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan dan adat, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....