Migrasi Pekerja Tambang Jadi Tantangan Pengendalian Malaria di Bangka
- 31 Jul 2026 17:25 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Kasus malaria di Kabupaten Bangka mulai menurun. Namun Dinas Kesehatan tetap waspada karena banyak pekerja tambang datang dari daerah yang belum bebas malaria.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, mengatakan pendatang dari wilayah Indonesia Timur berpotensi membawa parasit malaria.
| Baca juga: Kasus Malaria Bangka Melonjak Jadi 104 Kasus |
"Seperti dari Indonesia Timur yang belum eliminasi, sementara di kita masih ada nyamuk Anopheles. Maka ketika digigit nyamuk bisa menjadi sumber penularan malaria," jelasnya kepada RRI, Jumat, 31 Juli 2026.
Pemerintah tidak bisa melarang orang luar masuk ke Bangka. Namun seluruh pasien malaria, dari mana pun asalnya, akan tetap dilayani dengan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Bangka.
Warga Belinyu, Rustam, mendukung langkah pemerintah menangani malaria yang merebak di Kecamatan Belinyu.
"Artinya Dinkes sendiri sudah mengetahui penyebab penularan malaria, jadi harapan kita bisa dilakukan antisipasi segera," kata Rustam.
Dinkes mengimbau masyarakat, baik pendatang maupun warga Belinyu, untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....