Kasus Malaria Bangka Melonjak Jadi 104 Kasus
- 04 Jun 2026 15:33 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria menyusul lonjakan kasus yang terjadi sepanjang tahun 2026. Hingga 3 Juni 2026, tercatat sebanyak 104 kasus malaria ditemukan di wilayah Kabupaten Bangka.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, mengatakan peningkatan kasus malaria tahun ini sangat signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
"Yang lagi booming sekarang adalah malaria. Kalau dibandingkan tahun 2025 yang hanya dua kasus, per 3 Juni 2026 ini sudah terdapat 104 kasus. Artinya peningkatannya sudah ratusan kali lipat," kata Anggia, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Anggia, lonjakan kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga status KLB malaria ditetapkan untuk mempercepat langkah penanganan dan pengendalian di lapangan.
Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas terus melakukan pemetaan wilayah yang memiliki banyak kasus, melakukan penanganan pasien, serta memastikan seluruh penderita mendapatkan pengobatan hingga tuntas guna memutus rantai penularan.
Selain itu, berbagai upaya pengendalian vektor juga dilakukan, termasuk penyemprotan rumah warga yang ditemukan kasus malaria beserta lingkungan sekitarnya.
| Baca juga: Kasus DBD di Bangka Tembus 102 Kasus |
"Kita melakukan penyemprotan pada rumah warga yang terdapat kasus malaria dan lingkungan di sekitarnya. Jika ditemukan jentik atau potensi tempat berkembang biaknya nyamuk, maka langsung dilakukan tindakan insektisasi," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar kasus malaria diduga berkaitan dengan aktivitas para pekerja tambang yang beraktivitas di kawasan berisiko tinggi terhadap penularan malaria.
Menurut Anggia, para pekerja tambang berangkat bekerja sejak pagi dan kembali ke rumah pada sore hari. Mobilitas tersebut berpotensi membawa parasit penyebab malaria dari lokasi kerja ke lingkungan tempat tinggal mereka.
"Karena para pekerja di tambang ini pergi pagi dan pulang sore, kemudian kembali ke rumah masing-masing. Ini menjadi salah satu faktor yang perlu kita waspadai dalam penyebaran malaria," katanya.
Sementara Kepala Puskesmas Sungailiat, Muhammad Alamsyah, mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam mencegah penyebaran malaria yang saat ini mengalami peningkatan kasus di Kabupaten Bangka.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian malaria tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat.
"Pencegahan malaria merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan tenaga kesehatan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penyelidikan epidemiologi, pengobatan pasien hingga tuntas, penyemprotan rumah dan lingkungan sekitar kasus, serta pemantauan jentik nyamuk. Namun, partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci utama," ujar Alamsyah.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat membantu mencegah penyebaran malaria dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menggunakan perlindungan diri seperti kelambu atau obat anti nyamuk, terutama saat malam hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....