Puskesmas Kecamatan Simpang Renggiang Hadirkan Inovasi TABLET

  • 09 Jul 2026 18:26 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Puskesmas Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan bertajuk Tablet (Tanya Obat Online dengan Apoteker). Layanan ini untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan konsultasi obat secara cepat, mudah, dan gratis.

Kepala UPT Puskesmas Simpang Renggiang, Winda Lestari, mengatakan inovasi tersebut dilatarbelakangi keterbatasan waktu dan akses masyarakat untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan, khususnya apoteker.

Selain layanan konsultasi, Tablet juga menyediakan informasi obat, mulai dari fungsi, dosis, cara penggunaan, cara penyimpanan, hingga efek samping obat. Masyarakat juga dapat mengecek interaksi antarobat maupun interaksi obat dengan makanan.

"Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apakah obat tertentu boleh diminum bersamaan atau harus diberi jeda waktu. Begitu juga interaksi obat dengan makanan yang perlu dihindari," ujar Winda, saat dihubungi RRI melalui WhatsApp, Kamis, 9 Juli 2026.

Lebih lanjut Winda menjelaskan, masyarakat bisa berkonsultasi dengan media sosial berbasis QR barcode ataupun WhatsApp yang dapat diakses melalui smartphone sehingga dapat dimanfaatkan oleh pasien, masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya untuk memperoleh layanan konsultasi dan informasi obat secara cepat, mudah dan gratis tanpa harus datang ke Puskesmas.

"Namun, apabila keluhan yang disampaikan memerlukan penanganan lebih lanjut, apoteker akan menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat," kata Winda.

Inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang warga Desa Renggiang, Darul, mengaku layanan Tablet memudahkan dirinya memperoleh informasi mengenai penggunaan obat tanpa harus datang ke puskesmas.

"Sekarang kalau masih bingung cara minum obat atau ingin tahu apakah obat boleh diminum bersamaan, tinggal konsultasi lewat WhatsApp. Semoga layanan ini semakin dikenal masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan menghindari kesalahan dalam penggunaan obat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....