Standar Sosial Picu "Quarter Life Crisis" pada Anak Muda

  • 14 Jun 2026 00:05 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Standar sosial yang berkembang di kalangan generasi muda memicu munculnya quarter life crisis.
  • Tekanan dalam diri anak muda banyak dipengaruhi keinginan untuk mencapai standar yang sama dengan lingkungan sekitar.
  • Validasi sosial tidak boleh berubah menjadi standar yang justru menimbulkan tekanan psikologis.

RRI.CO.ID, Sungailiat - Standar sosial di kalangan anak muda memicu krisis seperempat abad atau quarter life crisis. Kondisi ini membuat sebagian dari mereka merasa tertinggal melihat pencapaian orang lain.

Demisioner Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Psikologi Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Jeshicca Wulan Nari, mengatakan tekanan pada anak muda muncul karena ingin mencapai standar yang sama dengan lingkungan. Pencapaian orang lain sering kali dijadikan tolak ukur keberhasilan diri sendiri.

"Standar sosial itu memicu mereka untuk menjadi sama seperti orang lain. Masalah muncul ketika seseorang merasa tertinggal dan menganggap proses hidupnya tidak sebaik orang lain," kata Jeshicca, dalam dialog Sore Ceria Pro 2 RRI Sungailiat, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Jeshicca, validasi sosial dibutuhkan setiap individu. Namun, validasi tersebut tidak boleh berubah menjadi standar yang menimbulkan tekanan psikologis.

Anak muda, Sinta, tidak merasa tertekan saat melihat pencapaian teman-temannya. Baginya, keberhasilan orang lain justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berusaha lebih baik.

"Kalau aku malah senang lihat capaian teman-temanku, Masyaallah, semoga bisa nular juga ke kita. Terus percaya kalau setiap orang punya porsinya masing-masing," katanya melalui pesan Whatsapp.

Ia juga mengingatkan anak muda agar tetap berusaha dan percaya pada proses yang sedang dijalani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....