Puskesmas Kenanga Laksanakan Fogging untuk Cegah Penyebaran Kasus DBD
- 16 Mei 2026 10:00 WIB
- Sungailiat
RRI.O.ID,Sungailiat - Puskesmas Kenanga melakukan fogging untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerjanya sejak Januari hingga Mei 2026. Petugas kesehatan telah melaksanakan 10 siklus fogging atau sekitar 20 kali penyemprotan di tujuh wilayah yang berada dalam cakupan pelayanan Puskesmas Kenanga.
Petugas Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Kenanga, Holid mengatakan, fogging dilakukan sebagai langkah pengendalian penyebaran nyamuk penyebab DBD, khususnya dari spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang banyak berkembang di lingkungan permukiman warga.
“Fogging memang penting dilakukan ketika ditemukan kasus DBD di lingkungan masyarakat. Namun yang paling utama sebenarnya adalah pemberantasan sarang nyamuk agar perkembangan nyamuk bisa dihentikan sejak awal,” ujar Holid.
Ia menjelaskan, pelaksanaan fogging dilakukan dengan radius sekitar 100 meter ke kiri dan kanan rumah pasien, termasuk area depan dan belakang rumah. Langkah tersebut bertujuan untuk memutus rantai penyebaran nyamuk yang berpotensi membawa virus dengue ke lingkungan sekitar.
Selain melakukan fogging, pihak Puskesmas Kenanga juga rutin melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada keluarga pasien maupun masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi tersebut dilakukan agar warga lebih aktif memberantas sarang nyamuk secara mandiri di rumah masing-masing.
Menurut Holid, petugas di lapangan masih sering menemukan banyak genangan air pada barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan nyamuk mudah berkembang dan meningkatkan risiko penyebaran DBD di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, seorang pendengar RRI asal Bangka, Via mengaku kegiatan fogging cukup membantu mengurangi kekhawatiran warga terhadap penyebaran DBD. Meski demikian, ia menilai kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi hal paling penting. “Kalau lingkungan bersih dan tidak ada genangan air, nyamuk juga tidak mudah berkembang,” Ungkapnya.
Holid selaku petugas Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Kenanga mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan lingkungan rumah, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu menekan perkembangan nyamuk dan mencegah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue di wilayah Bangka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....