HAKLI Babel : Gerakan 5M, Cara Efektif Putus Rantai DBD
- 12 Jun 2026 13:30 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Gerakan 5M adalah cara efektif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue, penyebab demam berdarah dengue (DBD)
Langkah-langkah konkret pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue adalah pertama, Menguras: Bersihkan dan sikat dinding tempat penampungan air (seperti bak mandi atau toren) secara rutin agar telur nyamuk tidak menempel. Kedua, Menutup: Pastikan semua wadah penyimpanan air tertutup rapat untuk mencegah nyamuk masuk dan bertelur.
"Selanjutnya yang ketiga, Mendaur Ulang/Memanfaatkan: Kelola, daur ulang, atau kubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan (seperti kaleng atau botol kosong-red). Lalu keempat, Menaburkan Bubuk Abate: Berikan larvasida (bubuk abate) pada penampungan air yang sulit dikuras untuk membunuh jentik nyamuk," kata Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Bangka Belitung, Boy Yandra, di Sungailiat, Kamis, 11 Juni 2026.
Lanjutnya, langkah terakhir atau kelima gerakan 5M adalah mengganti Air: Ganti air secara berkala pada wadah seperti vas bunga atau tempat minum hewan peliharaan.
Untuk itu lebih jauh Boy mengharapkan warga untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan. Hal itu sangat penting dilakukan mengingat masih tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD).
"Tingginya kasus DBD ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar, seperti tidak memperhatikan penampungan air, jarang dibersihkan. Harusnya sebulan sekali diberaihkan dengan menggunakan abate, minta ke Puskesmas secara gratis biar jentik nyamuk tidak sempat berkembang," ujar Boy.
Diungkap Boy Yandra, hingga pekan ke 26 tahun 2026 ini jumlah penderita DBD di Kabupaten Bangka berjumlah 113 orang. Tentu hal ini patut menjadi perhatian semua pihak.
"Makanya HAKLI kerjasama dengan Puskesmas lakukan sosialisasi ke masyarakat untuk lebih bisa menjaga lingkungan dengan baik, gerakkan terus jum'at bersih atau gotong royong, jika ada anak demam bawa langsung ke faskes untuk antisipasi penyakit berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian," ujarnya.
Sementara, warga Belinyu, Akbar, menyampaikan jika masih banyak warga yang membutuhkan edukasi bagaimana mencegah DBD. Menurutnya kesadaran dan kepedulian sebagian warga terhadap kebersihan lingkungan masih sangat rendah.
"Gotong royong saya lihat sudah semakin jarang, tidak serutin dulu, kalau sudah muncul kasus biasanya baru tergerak semuanya untuk bersih-bersih. Saya harap dari Puskesmas turun terus untuk mengedukasi masyarakat kita," ucap Akbar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....