Penyebaran Hantavirus Rendah, Masyarakat Jangan Panik
- 11 Mei 2026 16:46 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Merebaknya penyakit Hantavirus dalam beberapa hari terakhir, hendaknya tidak direspon dengan kepanikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, risiko penyebaran global hantavirus masih rendah dan tidak sebanding dengan situasi pandemic Covid-19.
Direktur RSUD DR Eko Maulana Ali Belinyu, dr Egha Zainur Ramadhani mengakui, meski sudah memakan korban jiwa, namun penularannya tergolong rendah serta membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama.
“Untuk potensi menularnya itu perlu waktu, apalagi sampai saat ini Alhamdulillah belum ditemukan kasus di Indonesia,” kata Egha yang merupakan Dokter Spesialis Patologi Klinik kepada RRI, Senin 11 Mei 2026.
| Baca juga: Capaian CKG Bangka Lampaui Target Nasional |
Menurutnya, kewaspadaan Hantavirus bukan baru sekarang dilakukan, sejak tahun 2023 kemarin Kemenkes RI sudah melakukan komunikasi risiko tentang adanya virus ini.
“Kita mengajak masyarakat untuk tidak panik serta tidak meremehkan, tetapi selalu rutin menjaga kebersihan baik di rumah maupun di sekitar agar potensi virus tidak mudah menular ke manusia,” ucapnya.
Ia menjelaskan, gejala ini bisa terjadi bersamaan dengan penyakit yang disebabkan oleh hewan pengerat ini, seperti Leptospirosis, Demam Berdarah Dengue (DBD), Tipes, dengan tingkat keparahan 5-15 persen.
“Ini tidak secara langsung ya, biasanya perlu waktu sekitar 1-2 minggu kemudian baru timbul gejala dengan lemas dan nyeri yang dominan,” ujarnya.
Warga Sungailiat, Ary mengatakan, kewaspadaan terhadap berbagai virus penyakit penting dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan sejak dini.
“Sudah masuk apa belum masuk ke Indonesia, kita wajib selalu meningkatkan kewaspadaan, tidak hanya hantavirus, tetapi penyakit lainnya juga,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....