Dinkes Bangka Perkuat APD Campak Bagi Tenaga Medis
- 31 Mar 2026 12:20 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian infeksi penyakit Campak dengan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis serta para pengunjung layanan kesehatan.
Kabid Pengedalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bangka, Anggia Murni mengatakan, sistem pencegahan dan pengendalian tersebut diterapkan mulai dari tingkat puskesmas hingga layanan kesehatan rumah sakit.
“Dari tingkat puskesmas baik itu petugas medis hingga pengunjung, mesti gunakan alat pelindung diri, seperti masker dan baju pengamanan lainnya,” kata Anggia kepada RRI, Selasa 31 Maret 2026.
Selain itu, kata Anggia, penerapan hidup bersih dan sehat (PHBS) semakin gencar disosialisasikan untuk menekan angka kasus campak di Kabupaten Bangka ini.
“Penerapan ini berdasarkan imbauan dari Kemenkes yang mengeluarkan SE terkait kewaspadaan penyakit campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, tenaga kesehatan merupakan salah satu kelompok rentan dari campak, mengingat beberapa tenaga kesehatan meninggal dunia diduga karena terinfeksi campak.
“Kita juga melakukan imunisasi kejar MR bagi bayi, balita dan sekolah dasar yang belum lengkap imunisasi campaknya,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinkes Bangka, Nora Sukma Dewi menyampaikan, sebanyak 7 (tujuh) kasus warga dinyatakan suspek Campak di tahun 2026.
“Total tujuh kasus suspek di kita, dengan hasil laboratorium 1 positif, 4 kasus negatif, dan 2 orang menunggu hasilnya,” kata Nora Sukma Dewi.
Diakuinya, satu kasus positif tersebut ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Baturusa, yakni perempuan dengan usia 1 tahun, beralamat di Desa Riding Panjang Baturusa Kecamatan Merawang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....