Ustaz Syaiful: Catat Utang Piutang Hindari Perselisihan
- 21 Jul 2026 10:20 WIB
- Sungailiat
RRI.co.id, Sungailiat – Islam mengajarkan agar setiap transaksi utang piutang dilakukan secara bijak, transparan, dan dicatat.
"Prinsip itu penting untuk menghindari perselisihan di kemudian hari," ujar ustaz Syaiful Zuhri dalam Dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sungailiat, Selasa, 21 Juli 2026.
| Baca juga: Makna Talbiyah Perkuat Tauhid Jemaah Haji |
Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 282 yang memerintahkan agar setiap transaksi utang piutang dituliskan. Menurutnya, pencatatan menjadi bentuk tanggung jawab bersama agar pemberi maupun penerima utang sama-sama mengingat jumlah, waktu, dan kewajiban pelunasan.
"Jangan sampai karena tidak dicatat akhirnya lupa kapan berutang, berapa jumlahnya, atau bahkan merasa sudah membayar padahal belum, jadi perlu administrasi yang baik untuk menghindarkan kesalahpahaman," jelasnya.
| Baca juga: Pentingnya Kesiapan Batin dalam Ibadah Haji |
Selain itu, seseorang yang hendak berutang harus mempertimbangkan kemampuan melunasi dan memiliki niat kuat untuk membayar.
Pendengar RRI, Udin di Riau Silip mengingatkan berhutang sebaiknya dilakukan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak, jangan untuk memenuhi gaya hidup atau keinginan yang tidak mendesak.
“Berutang jangan untuk gaya hidup atau keinginan yang tidak mendesak,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....