Sampah Bukan Masalah, tapi Sumber Ekonomi Desa
- 20 Jun 2026 15:52 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — Pengelolaan sampah berbasis ekonomi dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Ketua Becak Corporation Bangka Belitung, Arinda Unigraha, mengatakan paradigma pengelolaan sampah harus diubah dari sekadar urusan kebersihan menjadi peluang ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pupuk cair, sementara sampah anorganik dapat dikumpulkan melalui bank sampah untuk ditukar dengan berbagai kebutuhan rumah tangga.
"Kalau masyarakat melihat sampah memiliki nilai ekonomi, maka kesadaran untuk memilah dan mengelola sampah akan tumbuh dengan sendirinya," ujarnya dalam program Ngobras di Pro 1 RRI Sungailiat.
Ia menambahkan sejumlah desa di Bangka Belitung telah mulai menerapkan berbagai model pengelolaan sampah, mulai dari bank sampah digital, pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga program berbasis Kampung Iklim (ProKlim).
Sementara itu, Sekretaris Becak Corporation, Soji, menegaskan edukasi harus dimulai dari rumah tangga, terutama melalui peran ibu rumah tangga dalam membentuk kebiasaan memilah sampah sejak dini.
"Ibu-ibu memiliki peran besar karena sebagian besar sampah rumah tangga berasal dari aktivitas dapur. Jika pemilahan dilakukan dari rumah, maka persoalan sampah akan jauh lebih mudah diatasi," katanya.
Pendengar RRI, Zulfaisal, berharap hasil pengolahan sampah seperti kompos dapat dipromosikan lebih luas kepada petani sehingga mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....