Mahasiswa Jadi Motor Penggerak Pengelolaan Sampah Desa
- 20 Jun 2026 15:51 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis dalam membantu mengatasi persoalan sampah di desa melalui edukasi, inovasi, dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat.
Ketua BEM Institut Pahlawan 12, Abdul Hamid, mengatakan mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di lingkungan kampus, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.
Menurutnya, mahasiswa bersama komunitas lingkungan telah memulai edukasi pengelolaan sampah di Desa Kayu Besi dengan harapan dapat melahirkan program berkelanjutan berupa bank sampah desa.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga turun langsung ke masyarakat. Salah satu target kami adalah membentuk bank sampah yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga," ujarnya dalam program Ngobras di Pro 1 RRI Sungailiat.
Sementara itu, Ketua Becak Corporation Bangka Belitung, Arinda Unigraha, mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah di kampung halamannya.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa menjadi energi baru dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
"Mahasiswa punya posisi yang sangat strategis. Mereka bisa menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah desa, dan komunitas lingkungan," katanya.
Pendengar RRI, Zulfaisal dari Bangka Selatan, menilai langkah mahasiswa mengelola sampah perlu terus didukung karena dapat menciptakan nilai ekonomi baru melalui pengolahan sampah menjadi kompos dan produk bermanfaat lainnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....