Sampah Desa Kayu Besi Menumpuk, Kolaborasi Jadi Solusi
- 20 Jun 2026 15:51 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — Permasalahan penumpukan sampah di Desa Kayu Besi menjadi perhatian berbagai pihak setelah ditemukan adanya sampah rumah tangga yang tidak terangkut selama beberapa bulan terakhir.
Dalam program Ngobras di Pro 1 RRI Sungailiat Ketua Becak Corporation Bangka Belitung Arinda Unigraha, mengungkapkan kondisi tersebut ditemukan saat kegiatan kolaborasi edukasi pengelolaan sampah yang dilakukan bersama BEM Institut Pahlawan 12.
Menurutnya, sebagian warga mengaku sampah terakhir diangkut pada Februari lalu sehingga banyak sampah yang akhirnya menumpuk di depan rumah, dibakar, atau dibuang secara sembarangan.
"Kondisi ini perlu segera ditangani bersama. Jangan sampai persoalan sampah dibiarkan hingga menimbulkan masalah kesehatan maupun lingkungan yang lebih besar," ujarnya.
Sementara Ketua BEM Institut Pahlawan 12, Abdul Hamid, menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga.
Selain itu, sistem pengangkutan sampah gratis yang selama ini berjalan dinilai belum mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
" Jadi sebagai tindak lanjut, kami bersama komunitas lingkungan berencana membangun sistem bank sampah yang memungkinkan warga menabung sampah dan memperoleh manfaat ekonomi berupa tabungan, token listrik, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya,"ujarnya.
Pendengar RRI, Puji dari Desa Deniang, mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah karena persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja.
"Masalah sampah harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah desa, komunitas, mahasiswa, dan masyarakat harus saling mendukung," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....